Di Pengadilan, Gatot Curhat Pernah Hendak Dicopot Imam Nahrawi Hanya Karena Ini

Jumat, 14 Februari 2020 – 08:30 WIB

Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto (Foto:Istimewa)

Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto memberikan keterangan yang mengejutkan di sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, bahwa dirinya pernah hendak dicopot oleh Mantan Menpora Imam Nahrawi.

Kamis, 13 Februari 2020 Pengadilan Tipikor Jakarta yang menggelar perkara dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menghadirkan Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto sebagai saksi untuk terdakwa mantan Sekretaris Pribadi Menpora, Miftahul Ulum.

Pada kesempatan itu Gatot mengungkapkan, Menpora saat itu Imam Nahrawi sempat mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat tersebut berisi tentang permintaan untuk mencopot dia sebagai Sesmenpora.

Gatot membeberkan keterangan bahwa kejadian tersebut pada 2 Oktober 2018 siang hari, dirinya menerima WA dari Ulum. Saat itu baru saja berlangsung pengukuhan kontingen Indonesia di Istana Negara oleh Presiden.

"Pak Ulum mengirimkan caption WA antara Pak Menteri dan Pak Ulum yang intinya saya diminta mengundurkan diri," ujar Gatot di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020)

Dia menuturkan, Imam Nahrawi kecewa tidak diberikan peran pada acara pengukuhan kontingen Indonesia di Istana Negara. Kekecewaan itu ditimpakan kepada dia.

"Alasannya karena pada saat pengukuhan kontingen itu, saya dianggap gagal tidak bisa menghadirkan Pak Imam yang saat itu tidak melaporkan (kegiatan) kepada Presiden atau juga menerima pataka (bendera lambang pasukan) dari Presiden dan saya dianggap bodoh," ucapnya.

Kesaksian itu dikuatkan dengan bukti percakapan di Whatsapp yang diperlihatkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Imam Nahrawi: Sakit hatiku di Istana tadi gak ada peran apa pun ke saya sampai soal penyerahan bendera ke CDM dr Presiden RI pun tidak. Ke mana sesmen dan protokol Kemenpora? Bodoh semua. Sesmen suruh mundur saja sekarang juga.

Miftahul Ulum: Siap

Imam Nahrawi: Suruh buat surat pengunduran diri

Miftahul Ulum: Disampaikan

Gatot lalu mengonfirmasi permintaan Ulum tersebut langsung kepada Imam Nahrawi. Dan dirinya meminta maaf karena acara di istana yang mengatur adalah protokol istana dan kepala sekretariat presiden, sehingga kegiatan tersebut di luar kemampuan dirinya.

"Saya minta maaf pada acara di Istana 2 Oktober 2018 itu saya tidak bisa menempatkan Pak Menteri sebagai yang menerima Pataka karena penerima pataka itu di atasnya Pak Menteri, yaitu Ibu Puan Maharani selaku Menko PMK. Kedua yang mengatur kegiatan itu kan protokol di Istananya, kepala sekretariat presiden, bukan area saya. Saya minta maaf kepada Pak Menteri karena itu di luar kemampuan saya," ucap Gatot.