Gubernur Ganjar Pranowo Curigai Sekolah yang Viral Karena Video Bully di Dalam Kelas

Jumat, 14 Februari 2020 – 13:30 WIB

Siswa yang bully teman kelasnya di Purworejo

Siswa yang bully teman kelasnya di Purworejo

SEMARANG, REQnews - Gubernur Ganjar Pranowo mencurigai SMP yang viral karena tiga siswanya mem-bully teman perempuan mereka di dalam kelas, tidak punya kapasitas lagi menyelenggarakan pendidikan. Maka dia menganjurkan agar sekolah di Purworejo tersebut ditutup atau dilebur dengan sekolah lain. Jumlah siswa di SMP tersebut ternyata hanya 21 orang. "Saya sedang meneliti regulasi kepada para pemangku kepentingan di dunia pendidikan apakah bisa melikuidasi sebuah sekolah?" kata Ganjar, Kamis 13 Februari 2020. Ganjar mengatakan polisi sudah memproses kasus bullying tersebut. Pelakunya sudah diperiksa polisi. Namun, dia mengingatkan agar proses peradilan digelar secara tertutup mengingat pelakunya masih di bawah umur. Sesuai Undang-undang Perlindungan Anak, proses peradilan untuk anak di bawah umur harus digelar secara tertutup. Menurut Ganjar para pelaku bully hingga menendang dan memukuli teman yang tidak melawan tersebut, sebenarnya anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan perhatian khusus. Aksi bullying itu menjadi viral dari unggahan video di media sosial, Rabu 12 Februari 2020. Dalam video berdurasi 28 detik tersebut, tampak tiga orang siswa laki-laki merundung seorang siswi perempuan. Mereka menendang dan memukul korbannya dengan gagang sapu. Korban yang tampak tidak berdaya hanya menundukkan kepala di mejanya sambil menangis. Setelah time line twitternya dibanjiri komentar soal video tersebut, Ganjar seketika itu juga menghubungi kepala sekolah yang bersangkutan, kepolisian setempat dan memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah mendatangi sekolah itu di Purworejo, Kamis 13 Februari 2020.