Parah! Napi Peras dan Ancam Pelajar yang Dikenalnya Lewat Medsos

Jumat, 14 Februari 2020 – 20:30 WIB

Ilustrasi pemerasan gunakan handphone (Foto:Istimewa)

Ilustrasi pemerasan gunakan handphone (Foto:Istimewa)

 

BANDA ACEH, REQNews – Seorang narapidana berinisial RJ (23) alias Koko di Rumah Tahanan (Rutan) Kajhu, Kabupaten Aceh Besar melakukan pemerasan kepada seorang pelajar sekolah menengah pertama di Banda Aceh.

RJ merupakan napi dengan catatan kriminal seperti penjambretan, penganiayaan dan pencurian.

Dalam aksinya kali ini, RJ bersekongkol dengan sahabatnya di luar penjara untuk memeras seorang pelajar berinisial MP. Sebelumnya, korban mengenal Koko melalui media sosial (medsos).

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP Muhammad Taufiq, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 7 Februari 2020, usai pulang sekolah. RJ menyuruh rekannya RA untuk mengambil uang korban yang telah diancam sebelumnya.

“Pelaku dengan korban belum pernah bertemu. Mereka saling mengenal melalui media sosial dan sudah saling mengetahui nomor telepon. Pelaku mengancam akan memukul korban apabila tidak mengabulkan permintaannya ketika berjumpa,” ujar Taufiq, Jumat, 14 Februari 2020.

Dari pengancaman itu, korban merasa jiwanya terancam dan menjadi ketakutan, sehingga berupaya memenuhi permintaan RJ. Namun, ibu korban yang mengetahui hal tersebut langsung melapor ke pihak kepolisian.

“RJ memerintahkan rekannya, RA, untuk mengambil uang dari korban di sekitar sekolahnya. Ketika tersangka RA menjumpai korban, kami langsung meringkus tersangka. Barang bukti yang kita amankan berupa satu HP Merek Oppo dan uang sebesar Rp400.000,” ucap Taufiq.

Tenyata MP bukanlah satu-satunya korban, aksi pelaku tersebut telah banyak memakan korban lainnya.

"Jika diakumulasikan, telah mencapai dua juta lebih," ujar Taufiq.

Akibat perbuatnnya RJ disangkakan dengan Pasal 45 ayat 4 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 368 KUHPidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda sebesar 1 milyar. Sedangkan orang suruhan Koko, RA saat ini masih berstatus saksi