Efektifkah Strategi Wapres Ma'ruf Libatkan Khatib untuk Tangkal Radikalisme?

Sabtu, 15 Februari 2020 – 11:30 WIB

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin

JAKARTA, REQnews - Pemerintah terus gencar melakukan program-program deradikalisasi. Kali ini, Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menggandeng para khatib agar radikalisme tak berkembang di Indonesia. Efektifkah cara seperti ini?

Wapres Ma'ruf menjelaskan, para khatib memiliki peran penting dalam menyampaikan Islam yang sejuk juga damai ke masyarakat. Pesan-psan damai itu adalah bentuk perlawanan terhadap ulah sebagian oknum yang selama ini menunjukkan wajah Islam yang bengis.

"Saya minta ke Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius, untuk menggunakan para khatib menyampaikan Islam damai ke masyartakat," ujar Ma'ruf di Jakarta, Jumat 14 Februari 2020.

Ia menjelaskan lebih lanjut, ada dua pendekatan yang akan dilakukan pemerintah dalam memerangi radikalisme, yakni kontra-radikalisasi dan deradikalisasi.

Pendekatan kontra-radikalisasi, dilakukan untuk menekan penyebarluasan paham radikal yang telah terjadi di sebagian kecil kelompok masyarakat. Kontra-radikalisasi menjadi upaya preventif yang dilakukan pemerintah untuk menghindari lebih banyak lagi aksi radikal terorisme.

"Kita ingin melakukan imunisasi masyarakat supaya tidak terprovokasi, tidak terpengaruh oleh cara berpikir dan cara bersikap radikal yang berpotensi melahirkan terorisme," kata Wapres.

Sementara pendekatan deradikalisasi bertujuan untuk menghilangkan pemahaman radikal bagi pelaku teror dan penganut paham radikal. Wapres meminta Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (DMI) juga turut mendorong program Pemerintah dalam menanggulangi radikal terorisme, dengan ikut memberikan pemahaman kepada para khatib akan bahaya paham radikal.