Korban Heli TNI AD Sudah Dievakuasi, Namun Senjata Mereka Hilang

Sabtu, 15 Februari 2020 – 14:30 WIB

Ilustrasi senjata api

Ilustrasi senjata api

JAYAPURA, REQnews - Sebanyak 12 jenazah penumpang dan kru helikopter Mi-17 TNI AD yang jatuh di Pegunungan Mandala tujuh bulan lalu berhasil dievakuasi, tetapi 11 senjata api berbagai jenis yang dibawanya hilang tak berbekas.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, mengakui menerima laporan kemungkinan senjata itu digunakan masyarakat setempat untuk berburu hewan.

"Memang benar dari laporan yang diterima senpi korban tidak ditemukan. Nanti akan dilakukan pendekatan kepada masyarakat agar senjata itu bisa kembali," kata Herman Asaribab, Sabtu 15 Februari 2020.

Senjata api yang hilang itu terdiri dari tujuh senapan serbu SS-1, tiga pistol dan satu pelontar granat alias GLM.

Helikopter buatan Russian Helicopter itu tergabung di Pusat Penerbangan TNI AD dan menerbangkan 12 penumpang termasuk lima anggota Batalion Infantri 725/WRG.

Sekitar Juli tahun lalu dinyatakan hilang kontak. Baru beberapa hari lalu ditemukan di ketinggian 12.500 kaki dari permukaan laut, di kawasan Pegunungan Mandala, Kabupaten Pegunungan Bintang.