Wakil Menteri BUMN Tak Heran Jika Kerugian Kasus Jiwasraya Bertambah

Sabtu, 15 Februari 2020 – 19:00 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Kerugian negara akibat kasus Jiwasraya akan terus membengkak. Menurut Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo hal tersebut karena nilai saham yang dibeli terus menurun.

Jika Kejaksaan Agung kini menaksir angka nilai kerugian negara kasus tersebut Rp 17 triliun, Kartika memperkirakan angka itu bisa naik lagi.

"Karena memang sudah diidentifikasi pertumbuhan nilai sahamnya memang segitu. Jadi nanti tergantung hasil audit terakhir," ujarnya di Jakarta, Sabtu 15 Februari 2020.

Angka kerugian negara yang pasti dari kasus Jiwasraya, menurut Kartika sudah bisa diketahui sekitar Maret 2020.

Perihal penambahan angka kerugian kasus tersebut diungkapkan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah.

Dalam kasus itu, Kejagung sudah menetapkan enam orang tersangka. Mereka adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo. Kemudian, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan, serta Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Kejagung juga mengaku sudah memeriksa 144 saksi serta menggeledah 16 tempat untuk melengkapi berkas perkara kasus tersebut.