Parah! Ngaku Bisa Narik Emas Peninggalan Soekarno, Pria ini Kibuli Tetangga Sendiri

Minggu, 16 Februari 2020 – 08:00 WIB

Ilustrasi emas batangan peninggalan Soekarno (istimewa)

Ilustrasi emas batangan peninggalan Soekarno (istimewa)

KEBUMEN, REQnews - Seorang pria paruh baya dari Karanganyar, Kebumen dikibuli tetangganya sendiri yang berinisial WJ (58). Sang tetangga mengaku bisa menarik emas batangan harta karun milik Presiden pertama Soekarno, yang konon terpendam di pekarangan rumah korban.

Agar upaya ini terwujud, pelaku meminta mahar sejumlah uang kepada korban yang diketahui bernama Suwartono (68). Karena sudah kemakan omongan WJ, korban pun bersedia memberi mahar senilai Rp 18 juta sebagai ganti jasa penarikan harta karun secara gaib.

Namun, belakangan baru diketahui ternyata emas hasil 'penarikan' WJ ternyata cuma imitasi. Tak terima diperlakukan demikian, Suwartono pun melaporkan pelaku ke pihak kepolisian.

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya mengatakan, penipuan ini bermula dari pengakuan JW yang bercerita bahwa di pekarangan korban terpendam emas seberat 2 kg. Emas itu dikatakan oleh JW merupakan harta karun peninggalan Soekarno. Tetapi, emas itu hanya bisa diambil dengan cara penarikan gaib.

"Syarat agar emas itu bisa diambil, korban harus menyiapkan kembang tujuh rupa serta mahar uang Rp 18 Juta," katanya, Sabtu 15 Februari 2020.

Korban makin gelap mata, ketika pelaku memamerkan setumpuk uang kertas pecahan Rp 100.ooo yang katanya didapatkan dengan cara gaib. Korban yang terpedaya lantas menyerahkan uang mahar pada 6 Januari 2020 lalu.

Untuk meyakinkan korban, tersangka juga berpura-pura melakukan ritual di kamar korban. Ia seakan-akan tengah melakukan penarikan harta karun secara ghaib.

Setelah ritual selesai, emas yang terbungkus di kain mori putih lalu diserahkan ke korban.

"Tetapi korban memberi syarat. Emas hanya boleh dibuka satu bulan berikutnya," ujar Rudy.

Sebulan berlalu, barang yang terbungkus kain mori baru diketahui kemudian hanyalah emas imitasi. Batangan emas itu adalah logam dari kuningan.

Pelaku pun akhirnya dicari dan ditangkap. WJ mengaku bahwa ia sebetulnya bukan dukun. Ia sehari-hari berjualan batagor. WJ mengaku tidak bisa menarik emas batangan itu. Ia terpaksa berbohong karena butuh uang.

"Uang kertas pecahan Rp 100 ribu yang dipamerkan oleh pelaku ternyata palsu," kata Rudy.

Polres Kebumen saat ini, masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Tersangka karena perbuatannya dijerat dengan Pasal 378 KUH Pidana tentang Penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun. (Binsasi)