Polisi Bongkar Wisata Seks 'Halal' di Puncak, Modusnya Kawin Kontrak

Senin, 17 Februari 2020 – 06:00 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)


JAKARTA, REQnews - Bareskrim Polri mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO yang ada di wilayah Puncak, Bogor, Jawa Barat. Modusnya ialah kawin kontrak dan dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial atau PSK.

Setidaknya ada empat tersangka yang ditangkap di lokasi berbeda. Adapun empat tersangka yang ditangkap adalah Nunung Nurhayati, Oom Komariah alias Rahma, Saleh dan Devi Octa Renaldi.

Dari penangkapan tersebut diketahui satu tersangka lainnya bernama Almasoud Abdul Azis yang merupakan warga negara asing berperan sebagai pemesan perempuan telah dideportasi ke negara asal.

Modus yang dilakukan para pelaku adalah penyedia ataupun penjual perempuan untuk dijadikan PSK, penghulu dan perantara.

"Wisata Seks 'Halal' di Puncak ini sudah menjadi isu internasional. Sehingga kami mencoba menyelidiki di Puncak dan terungkaplah jaringan di mana kita menangkap dua pelaku wanita penyedia perempuan, kemudian ada yang mengkoordinir seluruh kegiatan prostitusi ini yang mencari perempuan dan mencari warga negara asing," kata Brigjen Pol Ferdy Sambo, Dir Tipidum Bareskrim Polri.

Adapun keuntungan yang didapat oleh Muncikari yaitu 40 persen dari harga yang ditentukan. Satu kali kencan, pelaku meminta harga Rp 200 ribu sampai dengan Rp 500 ribu. Sedangkan, untuk kawin kontrak dengan jangka waktu tiga hingga satu minggu, para pelaku ini mematok Rp 2 juta hingga Rp 10 juta.

Praktik kawin kontrak ini sudah dijalankan oleh para tersangka sejak tahun 2015. Target utama mereka adalah warga negara asing yang sedang berlibur ke Puncak, Bogor.