Intoleransi Mengancam Persatuan Indonesia, Pemerintah Bisa Apa?

Selasa, 18 Februari 2020 – 07:00 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Pemerintah mengakui Indonesia saat ini tengah terancam dengan kian berkembangnya intoleransi yang dikhawatirkan merusak persatuan bangsa.

Menko Polhukam berkata, intoleransi dari hari ke hari kian nyata terlihat.  Apalagi, narasi-narasi terkait intoleransi sudah memasuki ranah keyakinan hingga rumah ibadah yang jadi sasaran.

"Gangguan kita adalah munculnya gejala intoleransi. Orang yang berbeda itu dianggap musuh," kata Mahfud di Depok, Senin 17 Februari 2020.

Ia menjelaskan, ada beberapa gejala yang dapat merusak sebuah negara. Salah satunya adalah disorientasi negara, berujung ketidak adilan dan tidak bersatu. Hal itu menurutnya sudah menyimpang dari tujuan berdirinya negara.

Mahfud mengatakan apabila disorientasi itu tetap dibiarkan, maka akan timbul distrust atau ketidakpercayaan publik. Ketidakpercayaan akan memicu timbulnya disobedience atau pembangkangan terhadap pemerintah.

"Maka akan terjadi pembangkangan, orang melawan. Kalau diperlakukan tidak adil orang melawan. Kalau diperlakukan tidak adil, mati atau melawan," ujarnya.

Sebagai bukti, menyebut bahwa berdasarkan sejarah, gejala-gejala tersebut telah terbukti dapat meruntuhkan kerajaan-kerajaan besar yang pernah berkuasa di Nusantara, seperti Majapahit, Mataram hingga Sriwijaya.

Eks Ketua Mahkamah Konstitusi ini percaya, kerajaan-kerajaan itu hancur karena disorientasi dan ketidakpercayaan publik kepada pemerintah serta disintegrasi.