KPAI Berharap Pengguna Jasa Seks Anak Dihukum

Selasa, 18 Februari 2020 – 11:00 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menganggap bahwa kasus tentang perdagangan orang dan eksploitasi anak dapat juga menjerat pengguna jasa prostitusi anak.


"Penting untuk dikembangkan, bukan hanya menyasar bagi muncikari saja, dan termasuk juga korban, tapi penting juga kepada pengguna," kata Ketua KPAI Susanto di Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

Penerapan jeratan hukum kepada pengguna diharap memberikan efek jera. Dengan begitu, permintaan anak sebagai pekerja seks komersial (PSK) bisa menurun.

"Dengan pengguna dijerat hukum, tentu orang akan berfikir seribu kali untuk melakukan tindak seksual terhadap anak," ujar dia.

Menurut Susanto, jaringan pelaku kejahatan seksual terhadap anak memiliki perspektif bisnis. Salah satunya, mendapatkan keuntungan yang cukup besar hingga miliaran rupiah.

Susanto mengatakan bahwa pelaku kejahatan seksual anak berfikir bahwa ini bisnis, semakin banyak korban yang direkrut, maka potensi ekonominya semakin besar, bukan hanya jutaan, tapi potensinya juga miliaran," kata dia.

Untuk memangkas kejahatan tersebut, kata Susanto, harus ada sinergitas antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.