Kejar Aset Luar Negeri Tersangka Jiwasraya, Kejagung Gandeng Ditjen Pajak

Jumat, 21 Februari 2020 – 18:30 WIB

Gedung Kejaksaan Agung RI (Foto:Istimewa)

Gedung Kejaksaan Agung RI (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Guna mengusut aset milik tersangka kasus korupsi gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di luar negeri, Kejaksaan Agung menggandeng Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan.

"Karena dia (Ditjen Pajak) ada kerja sama dengan direktorat pajak yang ada di luar negeri," ujar Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, di Jakarta Selatan, Kamis, 21 Februari 2020.

Langkah ini dianggap Febrie lebih efektif menguak aset milik tersangka. Ketimbang, mengusut secara internal oleh penyidik Kejagung.

"Kalau menggunakan (Ditjen Pajak), jalurnya lebih cepat. Karena dia sudah terbiasa. (Kerja sama internasional) lebih banyak, dibandingkan kita," beber dia.

Nanti kejaksaan akan membeberkan negara-negara yang terindikasi menjadi lokasi perputaran uang dari kasus yang merugikan negara Rp17 triliun itu.

"Sistemnya bertahap, yang penting ada kemajuan," kata dia.

Kejagung menetapkan enam tersangka terkait kasus korupsi gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.