Masih Bisa Bertambah, Seorang Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Ditetapkan Jadi Tersangka

Minggu, 23 Februari 2020 – 11:00 WIB

Ilustrasi pramuka

Ilustrasi pramuka

SLEMAN, REQnews - Satu orang pembina pramuka yang juga guru olahraga ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) atas peristiwa hanyutnya ratusan siswa-siswi SMPN 1 Turi dalam kegiatan susur sungai di Sungai Sempor, Sleman, Jumat 21 Februari 2020.

"Berdasarkan hasil gelar perkara yang dipimpin Direktur Reskrimum Polda DIY," kata Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan dasar penetapan tersangka dalam kasus tersebut, Sabtu 22 Februari 2020 malam.

Tersangka, diduga melanggar Pasal 359 KUHP karena kelalaiannya yang menyebabkan orang lain meninggal dunia dan Pasal 360 karena kelalaiannya yang menyebabkan orang luka-luka. Ancamannya masing-masing (pasal) lima tahun (kurungan). Penahanan terhadap IYA, masih menunggu keputusan dari tim penyidik.

Menurut dia, Polda DIY telah melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang yang terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah tujuh pembina Pramuka. Dari tujuh pembina itu, enam di antaranya ikut ke lokasi. Sementara satu orang tinggal di sekolah menunggu barang anak-anak itu. Enam orang itu ikut mengantar anak-anak ke sungai. Dari enam orang itu empat turun ke sungai.

Berikutnya, kelompok kedua yang diperiksa adalah unsur Kwarcab Kabupaten Sleman yang terdiri tiga orang. Menurut dia, tiga orang itu diperiksa untuk mengetahui bagaimana aturan yang ada berkaitan dengan manajemen risiko kegiatan Pramuka. Adapun kelompok ketiga adalah warga yang tengah berada di lokasi kejadian kecelakaan sungai. Sebagian di antaranya merupakan pengelola wisata di Lembah Sempor.

Menurut Yuliyanto, jumlah tersangka tidak menutup kemungkinan masih bisa bertambah seiring dengan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang masih akan terus dilakukan. Polisi belum meminta keterangan anak-anak Pramuka dengan pertimbangan masih dalam kondisi trauma. Data terakhir Pusdalops BPBD DIY hingga Sabtu 22 Februari 2020 jumlah siswa yang melakukan aktivitas itu 249 murid. Rinciannya, kelas 7 sejumlah 124 murid dan kelas 8 sejumlah 125 orang.

Adapun, Posko penyelamatan mencatat 216 murid selamat sedangkan 23 murid luka-luka. Sedangkan korban meninggal dunia delapan orang dan dua siswa belum terkonfirmasi. Insiden itu bermula ketika sejumlah murid yang tergabung dalam kegiatan pramuka melakukan penyusuran Sungai Sempor.

Musibah tersebut terjadi diperkirakan karena arus deras dan volume air sungai yang meluap secara tiba-tiba dari hulu sungai. Arus deras dan volume air ini akhirnya menghanyutkan peserta susur sungai hingga mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dan luka-luka.