Demi Narkoba, Anak Durhaka Ini Gadai Tanah Orang Tua Senilai Rp 60 M

Kamis, 05 Maret 2020 – 09:31 WIB

Sertifikat tanah (ilustrasi)

Sertifikat tanah (ilustrasi)

JAKARTA, REQnews - Seorang pria berinisial AF nekad mencuri dan menggadaikan sertifikat tanah milik orang tuanya untuk membeli narkoba. Sertifikat tanah yang berlokasi di Cipete, Jakarta Selatan bernilai Rp 60 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus berkata, peristiwa ini terjadi pada Oktober 2019 lalu. Meski bernilai puluhan miliar, sertifikat itu digadai AF hanya seharga Rp 3,7 miliar.

"Inisial AF kami dalami ternyata dia ketergantungan narkoba. Awalnya curi kunci brankas milik bapaknya untuk ngambil sertifikat tanah," kata Yusri di Jakarta, Rabu 4 Maret 2020.

Setelah mencuri, AF kemudian memerintahkan stafnya untuk memalsukan sertifikat itu kepada seorang wanita berinisial FT. Ia juga menyuruh FT untuk memalsukan KTP ayahnya.

Kemudian sertifikat palsu itu dikembalikan ke brankas milik ayahnya. Sedangkan sertfikat aslinya digadaikan ke salah satu notaris di Jakarta. Untuk melancarkan aksinya, AF membayar seseorang untuk mengaku sebagai orang tuanya dengan KTP palsu agar uang segera cair.

AF yang menggunakan uangnya untuk foya-foya dan membeli narkoba tidak memenuhi kewajiban gadainya. Hingga setelah beberapa bulan berlalu, datanglah pihak yang ingin mengeksekusi tanah tersebut dengan membawa sertifikat tanah yang telah digadaikan.

Pemilik tanah yang terkejut dengan hal itu langsung melaporkannya kepada Polda Metro Jaya dan perbuatan AF akhirnya terkuak kalau pencurinya adalah anaknya sendiri.

"Anaknya minta tolong kepada jaringan mafia tanah, termasuk si perempuan yang sudah pernah melakukan pemalsuan sertifikat yang sama," kata Yusri.

Polisi kemudian menangkap ke tujuh tersangka namun yang dihadirkan di ekspos kasus hanya enam tersangka karena satu tersangka sedang sakit. 

Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan Pasal 263 KUHP, Pasal 264 KUHP, Pasal 266 KUHP dan atau Pasal 3, 4, 5 UU RI nomer 8 tahun 2010 tentang TPPU dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun.