Cintanya Sering Ditolak, Pria Ini Balas Dendam Tabrak Kerumunan Orang dan Tewaskan 10 Orang

Sabtu, 07 Maret 2020 – 10:05 WIB

Cintanya Sering Ditolak, Pria Ini Balas Dendam Tabrak Kerumunan Orang dan Tewaskan 10 Orang (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Cintanya Sering Ditolak, Pria Ini Balas Dendam Tabrak Kerumunan Orang dan Tewaskan 10 Orang (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

TORONTO, REQnews - Seorang pria di Kanada menabrakkan mobil van-nya dan menewaskan 10 orang. Aksi itu ia lakukan lantaran cintanya sering kali bertepuk sebelah tangan.

Pelaku bernama Alek Minassian (27). Ia kini didakwa dengan 10 tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan 16 percobaan pembunuhan pada kasus yang diperbuatnya pada 23 April 2018. Ia juga didakwa telah melakukan serangan terencana dan mematikan.

Setelah ditangkap, Alek mengaku dirinya berbuat demikian sebagai "pelampiasan" karena berulang kali cintanya ditolak oleh perempuan.

Dilansir dari Sky News, Sabtu 7 Maret 2020, Alek mengatakan dirinya tergabung ke gerakan "incel" atau (involuntarily celibate) yang Incel merupakan sebuah subkultur online di mana para pria meratapi kegagalan seksual mereka dan melampiaskannya sebagai misoginis.

Misogini merupakan prasangka atau kebencian yang mendalam terhadap perempuan, akibat trauma masa lalu yang melibatkan perempuan yang mereka percaya. Pelakunya disebut misoginis.

Menurut laporan, saat peristiwa, Alek membawa mobil van-nya yang berwarna putih melaju ke trotoar dan menabrak kerumumunan orang. Kejadian berlangsung sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Sebanyak 10 orang tewas akibat insiden tersebut, terdiri dari delapan wanita dan dua pria, berusia 22 hingga 94 tahun.

National Post melaporkan, momen itu tertangkap kamera di ruang pemesanan Divisi 32 Kepolisian Toronto dekat Yonge Street dan Finch Avenue. Persidangannya akan dimulai pada April, dan Kamis kemarin jaksa penuntut John Rinaldi telah membacakan pernyataan fakta yang disepakati antara penuntutan dan pertahanan.

"Ketika mengemudikan van di daerah tersebut, (Alek) Minassian menabrak setidaknya 26 orang. 10 di antaranya tewas dan 16 lainnya luka-luka dalam berbagai tingkat," kata John.

Alek kini berada di pengadilan Toronto untuk menjalani pra-peradilan, di mana pengacaranya memperjuangkan kliennya tak lama setelah dilakukan penangkapan.

Ketika ditanya apakah dia mengidap penyakit, Alek menjawab "Ya, saya membunuh mereka," ucapnya dengan nada kesal.

Alek kemudian mengatakan dalam sebuah wawancara panjang dengan polisi, bahwa sebagai "incel" dia melihat dirinya berada di tingkat bawah masyarakat dan ingin memulai "pemberontakan" untuk mengubah statusnya.

Hakim akan mengatakan apakah Alek bersalah atas tuduhan atau tidak, bergantung pada pikirannya saat serangan, bukan apakah dia melakukannya. Boris Bytensky yang menjadi pengacara Alek Minassian, menyebut kliennya tidak melakukan tindak pidana karena kesehatan mental.