Sultan: Protes Omnibus Law Boleh, Tapi Jangan Perburuk Kondisi Ekonomi-Sosial Kita

Selasa, 10 Maret 2020 – 06:03 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

SLEMAN, REQnews - Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai aksi damai #GejayanMemanggilLagi untuk menolak RUU Cipta Kerja dalam skema omnibus law sebaiknya tidak malah membuat kondisi ekonomi-sosial kurang menguntungkan.

Seperti diberitakan dan ramai di twitter dengan tagar tersebut, Senin 9 Maret 2020 ini sejumlah elemen mahasiswa Yogyakarta kembali berkumpul di Kawasan Gejayan untuk berteriak-teriak menolak omnibus law tersebut. 

 

"Ya saya kira lebih baik kita bicaranya yang baik-baik saja lah, tidak menimbulken masalah yang...menimbulken kondisi-kondisi ekonomi sosial yang justru kurang menguntungkan," kata Sultan di Yogyakarta, Senin 9  Maret 2020.

Sementara istri Sultan yang juga anggota DPD RI, GKR Ratu Hemas menyebut aksi #GejayanMemanggilLagi merupakan penyampaian aspirasi masyarakat. Namun, dia meminta para peserta aksi memahami betul apa yang sedang diperjuangkan.

Dia minta agar para peserta jangan asal berunjuk rasa tanpa tahu masalah sesungguhnya dengan baik, dalam hal ini soal omnibus law.  

Menurutnya, pembuatan hukum tersebut memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Dia meminta masyarakat tidak berpikir negatif soal undang-undang yang sedang dibahas di DPR tersebut.

Dia berharap semua pihak bisa membahas bersama omnibus law agar bisa digunakan untuk melakukan terobosan seperti di negara-negara lain sehingga kita bisa berdiri sama tinggi dengan negara-negara di dunia. 

Tapi yang jelas jangan merugikan masyarakat ataupun kelompok-kelompok tertentu.