Soal Penyebaran Corona, AS dan Cina Saling Tuding, Mana yang Benar?  

Kamis, 12 Maret 2020 – 20:01 WIB

Ilustrasi virus corona (istimewa)

Ilustrasi virus corona (istimewa)

 

INTERNASIONAL, REQnews - Pemerintah Cina dibanjiri kritik soal penyebaran virus corona (SARS COV-2). Kritik itu datang dari pihak Amerika Serikat (AS). Namun pemerintah setempat mengklaim mereka mampu memerangi wabah tersebut.

"Dalam upaya memerangi epidemi, Cina bertindak sebagai negara yang bertanggung jawab," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Zhao Lijian, melansir dikutip CNN, Kamis 12 Maret 2020.

Sebelumnya, sejumlah pejabat AS meyakini Cina sebagai pihak yang patut disalahkan atas penyebaran virus corona di dunia. Mereka menyoroti penanganan awal wabah tersebut pada akhir 2019 oleh Cina yang dianggap keliru.

Penasihat Keamanan Nasional Presiden AS, Robert O'Brien, juga mengatakan virus tersebut berasal dari Wuhan yang ada di Provinsi Hubei, Cina.

O'Brien menyinggung upaya penanganan awal yang dilakukan Cina, karena dianggap sempat menutupi informasi terkait penyebaran virus corona.

"Seandainya tim WHO ada di sana, tim CDC juga ke sana seperti tawaran kami, saya pikir kita bisa membendung apa yang terjadi di Cina dan dunia," kata dia.

Menteri Luar Negeri AS, Michael Pompeo, mengklaim kesulitan mendapatkan data terkait penyebaran virus corona dari pemerintah Cina.

Di sisi lain, Ketua Umum Partai Komunis Cina di Wuhan, Wang Zhonglin, menyebut AS sebagai negara yang menyebabkan virus corona menyebar secara global. Ia pun kemudian mempertanyakan mengapa AS tidak turut disalahkan.

Saling tuding ini antara China dan AS adalah buntut perseteruan mereka sejak beberapa waktu lalu. Mulai dari perang dagang, tuduhan terhadap perusahaan telekomunikasi Huawei yang dianggap bisa mencuri data dan digunakan untuk keperluan intelijen China, sampai perang pengaruh keduanya di Laut China Selatan dan di sejumlah negara.

Meski begitu, China membalikkan tuduhan dari negara lain dengan memperlihatkan mereka sukses menangani wabah virus corona. Apalagi jumlah kasus infeksi baru di China terus menurun.

Seperti diketahui, kasus wabah corona pertama kali merebak di Wuhan akhir 2019 lalu. Hingga kini, jumlah kasus corona di sana telah mencapai 80.790. Pasien corona yang sembuh juga semakin bertambah dan mencapai 61.624 orang, sedangkan yang meninggal mencapai 3.158 orang.

Sementara itu, penyebaran global virus corona dinilai semakin parah. Jumlah kasus di seluruh dunia telah tembus 126.061 orang. Berdasarkan perhitungan situs Worldometers, sebanyak 67.064 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 4.616 orang meninggal dunia. (Binsasi)