Haris Azhar: Ketimbang Urus Corona, BIN Lebih Pantas Buru Harun Masiku dan Nurhadi

Minggu, 15 Maret 2020 – 14:01 WIB

Haris Azhar: Ketimbang Urus Corona, BIN Lebih Pantas Buru Harun Masiku dan Nurhadi (Foto: Istimewa)

Haris Azhar: Ketimbang Urus Corona, BIN Lebih Pantas Buru Harun Masiku dan Nurhadi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Pelibatan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam tim reaksi cepat penanganan wabah virus corona atau COVID-19 dikritisi Haris Azhar. Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris ini menilai pelibatan BIN sebaiknya untuk mencari buronan KPK Harun Masiku dan Nurhadi.

Diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan untuk melibatkan BIN untuk operasi senyap penanganan virus corona. "Mas @jokowi intelijen suruh cari Masiku dan Nurhadi.. Corona biar diurus @BNPB_Indonesia," kata Haris melalui akun Twitternya @haris_azhar, Minggu 15 Maret 2020.

Menurut Jokowi, pelibatan BIN untuk menyelesaikan COVID19 secara senyap agar tidak membuat kepanikan. Hal tersebut dinyatakan Jokowi ketika adanya penanganan pasien nomor 01 dan 02. Pihaknya langsung mencari keterangan untuk menelusuri orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan nomor 01 dan 02.

Dalam pencarian itu, Jokowi menyebut telah mendapatkan 80 nama. Temuan itu dilakukan oleh tim reaksi cepat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan dibantu BIN serta Polri.

Selain itu Jokowi menyebut pemerintah tak perlu membentuk satuan tugas (satgas) untuk penanganan dan pengendalian penyebaran virus corona di Indonesia.

Pemerintah sudah memiliki organisasi task force untuk penanganan corona. Bahkan dirinya yang memimpin langsung organisasi task force untuk penanganan corona. "Sejak awal saya sampaikan organisasi task force ini sudah ada dan saya komandani sendiri," kata Jokowi di Terminal 3 Bandara International Soekarno-Hatta, Tangerang, Jakarta, Jumat 13 Maret lalu.

Jokowi menyebut organisasi task force selalu bergerak cepat dalam mengambil keputusan terkait penanganan virus corona. Hal tersebut sudah dilakukan saat evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kota Wuhan, Kapal Diamond Princess dan World Dream.