Terlalu Banyak Kasus, KPU Periode Ini Disebut Paling Apes

Jumat, 20 Maret 2020 – 14:33 WIB

KPU

KPU

JAKARTA, REQnews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tak henti-hentinya diterpa masalah. Setelah Wahyu Setiawan terjerat OTT KPK, Evi Novida Ginting juga baru-baru ini dipecat dari posisinya sebagai Komisioner KPU oleh DKPP.

Menanggapi banyaknya kasus di tubuh penyelenggara pemilu tersebut, Kornas Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat (JPPR) Alwan Ola Riantoby menyebut KPU periode ini paling apes.

"Periode ini periode paling apes lah. Selain OTT, sekarang ada yang dipecat. Juga ada peringatan keras kan, hampir semuanya," kata Alwan, seperti dikutip dari Merdeka.com, Kamis 19 Maret 2020.

Menurut dia, ada dua hal yang dapat dibaca dari keputusan DKPP dalam pemecatan Evi Ginting itu. Pertama terkait profesionalitas penyelenggara pemilu yang harus dijaga. Kemudian, kedua, dalam menjalankan tugas, KPU kemudian merasa berbesar hati, atau berbesar kepala, lalu tidak mau mendengar masukan dari Bawaslu.

KPU yang merasa telah menjalankan tugas sesuai ketentuan justru terjerumus. Alwan menyoroti masih kentalnya kepentingan masing-masing komisioner dalam kasus-kasus yang menerpa KPU.

"Kenapa kemudian tidak menjalankan rekomendasi Bawaslu. Kalau soal salah menafsirkan saya kira sangat keliru. Karena ini komisioner, soal pengetahuannya sudah oke," ujarnya.

Dia pun menyoroti mekanisme rekrutmen komisioner KPU. Titik fokus dia arahkan pada panitia seleksi (pansel). Rekrutmen komisioner harus dimulai dengan memperhatikan siapa saja yang masuk dalam pansel.

"Jangan pada saat menentukan tim seleksi sudah ada kepentingan-kepentingan sehingga proses rekrutmen kemudian bermasalah. Pola rekrutmen kita ini keliru kerena memilih orang-orang yang lemah," kata Alwan.