Akibat Virus Corona, Pengusaha Meminta Penundaan Pemberian THR

Kamis, 26 Maret 2020 – 17:32 WIB

Toko-toko tutup (Foto:Istimewa)

Toko-toko tutup (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Virus corona menyebabkan perekonomian masyarakat menjadi lesu, yang akhirnya berdampak pada pengusaha. Ketua DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan virus Corona juga menyebabkan pengusaha terganggu usahanya.

Karena itu, Sarman mengusulkan pemerintah memberi keringanan terkait tunjangan hari raya (THR) agar bisa dibayarkan separuhnya saja atau ditunda.

"Pengusaha berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan dapat memberikan solusi," ujarnya, Rabu, 25 Maret 2020.

Sarman berharap pemerintah memberikan bentuk kebijakan khusus dalam rangka mengurangi beban pengusaha.

"Semisal pelaku usaha tidak dapat memberikan sama sekali THR atau hanya mampu memberikan 50 persen. Apakah mungkin bisa ditunda sampai kondisi keuangan perusahaan memadai, yang jelas tidak menghilangkan tanggung jawab pelaku usaha," kata Sarman.

Sarman mengatakan yang paling terdampak dari virus corona ini yakni pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dia mengatakan pemerintah harus memberi solusi karena UMKM harus membayarkan cicilan dan beban lainnya.

Di sisi lain, Sarman mengungkapkan para pelaku UMKM memiliki kewajiban yang wajib di bayarkan seperti gaji karyawan, cicilan pinjaman, cicilan kenderaan,
rumah sampai kebutuhan rumah tangga. Dalam kondisi seperti ini UMKM jangan dibiarkan berjalan sendiri, sangat diperlukan bantuan, stimulus atau insentif khusus dari pemerintah.

Sarman berharap pemerintah tidak memaksakan diri untuk membebani pengusaha terlalu berat. Menurutnya, bila beban ini dipikul sendiri justru dapat merusak hubungan baik antara pemerintah dan pengusaha.

"Jangan sampai memaksakan sesuatu yang tidak dapat diberikan pengusaha yang ujung-ujungnya mengganggu keharmonisan hubungan industrial yang sudah berjalan baik selama ini," katanya.