Warga Bersitegang Bubarkan Pengajian di Gresik

Minggu, 29 Maret 2020 – 05:02 WIB

Warga Bersitegang Bubarkan Pengajian di Gresik (Foto:Istimewa)

Warga Bersitegang Bubarkan Pengajian di Gresik (Foto:Istimewa)

GRESIK, REQNews – Kamis malam, 26 Maret 2020 ketegangan terjadi di Yayasan Pondok Pesantren Nur Muhammad yang berlokasi di Jalan Proklamasi RT 3, RW 7, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas. Masyarakat bersitegang dengan pengelola pasantren yang hendak menggelar doa dan zikir bersama.

Tentu saja aktivitas tersebut membuat warga sekitar resah karena teakut akan wabah virus corona.

”Jamaahnya banyak dari luar kota. Seperti dari Malang dan Surabaya yang sudah lebih dulu sebagai zona merah virus korona,” ujar sejumlah warga.

Selama ini, tidak ada masalah terkait dengan aktivitas jamaah di tempat tersebut. Kegiatan itu rutin dilaksanakan sebulan sekali.

”Sempat diajak komunikasi dengan pihak RT/RW setempat. Namun, tetap saja aktivitas dilaksanakan,” ujar warga lain.

Situasi pun sempat memanas. Warga setempat nyaris melakukan pembubaran paksa. Untung, pihak Polres Gresik bergerak cepat. Bahkan, Kapolres AKBP Kusworo Wibowo langsung ikut mendatangi lokasi.

Kapolres pun berdialog dengan pengurus yayasan. ”Demi keamanan bersama di tengah wabah corona ini, kami harap pengajian ini dicukupkan. Dipersilakan untuk kembali ke rumah masing-masing,” kata Kusworo di tengah-tengah jamaah.

Dia menjelaskan, virus corona paling cepat menular di kerumunan orang. Apalagi sampai berdempetan atau berdesak-desakan. Kusworo juga meminta jamaah tetap menjaga pola hidup bersih saat kembali ke daerah masing-masing. ”Jangan lupa cuci tangan setelah tiba di rumah. Virus ini bisa menimpa siapa pun. Kami berharap tidak ada satu pun dari jamaah yang terpapar,” ucap dia.

Akhirnya, sekitar pukul 21.30 ratusan jamaah bubar dengan tertib. Meski demikian, sejumlah polisi tetap berjaga untuk menghindari situasi yang tidak diharapkan. Menurut Nur Muhammad, ketua yayasan, istighotsah di tempatnya memang rutin dilakukan sebulan sekali. ”Seperti biasanya, jamaah di setiap Kamis Legi datang ke sini untuk doa bersama,” ungkapnya.

Dia tidak menduga bahwa kegiatan yang dilaksanakan tersebut membuat resah warga sekitar. ”Sebelumnya, kami sudah berkoordinasi denga jamaah untuk berdoa di rumah saja. Namun, mereka telanjur datang sehingga pengajian tetap dilaksanakan,” jelasnya.