Pria Ini Dimakamkan Bersama Mobil Mercedes Benz Kesayanganya

Kamis, 09 April 2020 – 11:33 WIB

Chief Pitso (Dimakamkan bersama mobil kesayanganya (Foto:Istimewa)

Chief Pitso (Dimakamkan bersama mobil kesayanganya (Foto:Istimewa)

AFRIKA, REQNews - Seorang politikus sekaligus pengusaha terkenal di Afrika Selatan meninggal dunia minggu lalu, 31 Januari 2020. Pemakamannya dilakukan secara unik, pasalnya dia dimakamkan bersama mobil kesayangnya.

Dilansir dari dailymail, di tengah negaranya yang sedang lockdown, pemakamannya malah menjadi perhatian dan membuat warga berkumpul.

Pemimpin tradisional Tshekede Pitso memiliki jalannya sendiri ke surga setelah keluarganya menghormati keinginan terakhirnya untuk dimakamkan di dalam Mercedes Benz-nya.

Chief Pitso, 72, dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya di belakang sebuah trailer yang mengenakan jas putih favoritnya dengan kedua tangannya menempel pada setir.

Kemudian, direktur pemakaman membimbing Mercedes E500 1990-an menuruni jalan landai ke kuburan, yang telah digali secara khusus oleh excavator sedalam delapan kaki.

Mantan pengusaha dan ayah enam anak itu kemudian dimakamkan dengan upacara keagamaan resmi di plot pemakaman keluarga di rumah mereka di Afrika Selatan.

Politisi Gerakan Demokrasi Bersatu yang berpangkat tinggi menjadi bahan pembicaraan dengan pemakamannya yang aneh, yang membuat penduduk desa melanggar aturan lockdown, karena virus corona dan masyarakat dilarang berkumpul.

Putri Sefora Letswaka, 49, mengatakan: 'Ayah saya dulunya pengusaha kaya dan memiliki armada mobil Mercedes, tetapi menjelang akhir ia mengalami masa-masa sulit dan menjual mobilnya.

“Sekitar dua tahun yang lalu dia membeli Mercedes Benz bekas. Tidak lama sebelum itu rusak, tapi dia masih menghabiskan sebagian besar waktunya di luar rumah.

“Dia tidak bisa mengendarainya, tapi di situlah dia bahagia dan menghabiskan banyak waktunya, duduk di belakang kemudi dan berkata ketika saatnya tiba dia ingin dimakamkan di dalamnya.

"Kami mendengarkannya dan menghormati keinginannya dan berharap dia senang," katanya setelah pemakaman di desa Jozana di Sterkspruit, yang berada di Eastern Cape.