Ojol Dilarang Bawa Penumpang, Polda Metro Siapkan Aturannya

Kamis, 09 April 2020 – 03:06 WIB

Ojek Online (Foto:Istimewa)

Ojek Online (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Kendaraan roda dua untuk sementara waktu tidak boleh membawa penumpang sebagai implementasi dari penerapan jaga jarak fisik (physical distancing). Berati termasuk ojek online (ojol) yang tak boleh membawa penumpang.

"Jadi, mereka hanya diperbolehkan untuk satu orang. Ini berlaku bagi ojek online. Detailnya kita masih menunggu peraturan gubernur," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 8 April 2020.

Nana menyampaikan TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mencari solusi terbaik dalam penanganan penyebaran covid-19. Salah satunya, membatasi jumlah penumpang kendaraan umum dan pribadi.

"Untuk kepentingan masyarakat dan kesehatan masyarakat, kita tidak mau ada tambahan korban dari virus korona," ujar Nana.

Nana menjelaskan kendaraan umum juga hanya boleh mengangkut penumpang sebanyak 50 persen dari jumlah biasanya. Misalkan bus berkapasitas 40 orang, hanya bisa diisi 20 orang.

Hal serupa berlaku untuk kereta rel listrik (KRL), moda raya terpadu (MRT), dan lintas rel terpadu (LRT). Jumlah penumpang setiap gerbong tak boleh melebihi separuh jumlah penumpang pada umumnya.

"Demikian kendaraan pribadi misalnya jenis Avanza biasa ditempati enam orang, ini hanya boleh tiga orang," ucap Nana.

Nana mengatakan pihaknya akan mengedepankan upaya persuasif, preventif, humanis, dan komunikatif dalam penerapan kebijakan pembatasan itu. Pelanggar PSBB akan dikenakan sanksi teguran dan sanksi lainnya.

"Terkadang ada situasi yang masih harus kita lakukan efek jera, ada saja oknum yang tidak menerima. Maka kita lakukan upaya sanksi (denda/penjara)," kata Nana.

Peraturan terkait pembatasan kendaraan umum dan pribadi itu bakal dirampungkan besok, Kamis, 9 April 2020. Sehingga kebijakan tersebut dapat diimplementasikan saat PSBB berlangsung.