BPOM Sebut Obat Keras Ramai Dijual di Tengah Pandemi Corona

Kamis, 09 April 2020 – 04:01 WIB

Ilustrasi Obat (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Obat (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan patroli cyber dan hasilnya banyak menemukan penjualan obat keras di tengah pandemi Corona alias Covid-19.

"Patroli cyber kami sudah lakukan intensif, karena banyak sekali beredar obat Covid-19 yang merupakan obat keras yang seharusnya tidak bisa dibeli secara bebas," kata Kepala BPOM Penny K. Lukito dalam rapat virtual dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Rabu, 8 April 2020.

Guna mengatasi hal ini, dia menegaskan, BPOM akan terus mengawasi secara ketat peredaran obat keras di tengah wabah Covid-19. Masyarakat pun diharapkan dapat menggunakan jenis obat yang sudah dianjurkan oleh pihak medis.

Penny mengungkapkan pihaknya terus melakukan peningkatan pengawalan dan memperhatikan akses ketersediaan obat.

Sejauh ini, Penny mengungkapkan belum ada kendala terkait ketersediaan obat-obatan di Indonesia. Pihaknya berkomitmen untuk mendukung percepatan masuknya bahan baku obat ke dalam negeri.

"Terutama klorokuin itu dengan melakukan komunikasi dengan bantuan Kemenlu dan kami dorong. Saya kira kesediaan sudah baik indonesia untuk berbagai obatnya ada. Tentunya masih ada obat yang masuk ke Indonesia seperti avigan yang kami dampingi," terang Penny.

Pihaknya juga mendukung penggunaan obat-obatan herbal sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat saat wabah Covid-19. Namun pengembangan dan peredarannya tetap harus berada dalam pengawasan BPOM.