Kasus KDRT Meningkat Imbas Social Distancing
JAKARTA, REQnews - PBB tengah khawatir dengan meningkatnya kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di banyak negara, imbas dari penerapan social distancing.
Sekjen PBB Antonio Guteres berkata KDRT meningkat seiring lebih seringnya orang atau keluarga berada di rumah, mengisolasi diri dari ancaman pandemi Covid-19.
"Lockdown atau karantina penting dilakukan, tapi itu juga membuat wanita terperangkap bersama pasangan yang kasar," ujar Guterres dalam cuitannya di Twitter, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, ancaman KDRT ini adalah hal yang nyata bagi perempuan. Harusnya mereka berada di rumah sebagai tempat yang paling aman, namun justru menjadi bencana baru.
Mengutip laporan Al Jazeera, beberapa negara mencatat adanya peningkatan laporan KDRT melalui telepon, hingga dua kali lipat. Sayangnya petugas komisi perempuan maupun polisi tidak dapat berbuat banyak karena mereka juga memiliki keterbatasan dana.
Di Amerika Serikat, New York Times melaporkan hotline darurat meningkat dengan pengaduan paling banyak seputar kekerasan di rumah tangga.
Sementara menurut pakar sosiologi Marianne Hester dari Bristol University, terjadinya KDRT besar-besaran ini sebenarnya sudah bisa diprediksi.
Marianne mengatakan bahwa kasus KDRT secara global selalu meningkat kapanpun seluruh anggota keluarga menghabiskan waktu bersama.
Redaktur : Ryan Virgiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
