Garuda Indonesia Lakukan Pemotongan Gaji Hingga 50 Persen

Sabtu, 18 April 2020 – 15:03 WIB

Pesawat Garuda Indonesia (Foto:Istimewa)

Pesawat Garuda Indonesia (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Di tengah tekanan wabah virus corona atau COVID-19, jajaran direksi dan komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) melakukan pemangkasan gaji. Tak hanya untuk jajaran direksi pemotongan gaji juga diterapkan kepada staf perusahaan.

"Pemotongan gaji dilakukan secara proporsional mulai dari level direksi hingga staf mulai dari 10 persen untuk level staf hingga 50 persen untuk direksi," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, Jumat, 17 April 2020.

Adapun untuk kebijakan Tunjangan Hari Raya, Irfan mengatakan PT Garuda tetap akan berikan sesuai aturan yang berlaku.

Keputusan pemotongan gaji tersebut tertuang dalam Surat Edaran Garuda Indonesia Nomor: JKTDZ/SE/70010/2020 tentang Ketentuan Pembayaran Take Home Pay (THP) terkait Pandemi Covid-19. Dalam SE itu, pemotongan gaji dilakukan bervariasi tergantung posisi.

Untuk direksi dan komisaris dipotong 50 persen dari THP. Bagi vice president, captain, first office, flight service manajer, besaran pemotongan 30 persen. Lalu senior manager dipotong 25 persen. Untuk flight attendant, expert dan manajer 20 persen. Staf 10 persen.

Irfan mengatakan pemotongan gaji dilakukan untuk memastikan perusahaan tetap berjalan di tengah tekanan kinerja industri penerbangan akibat pandemi COVID-19.

Namun, kata Irfan, keputusan pemangkasan gaji bersifat penundaan. Artinya, Garuda akan mengembalikan gaji itu secara akumulatif saat kondisi perusahaan membaik.