Kejagung Wajib Publikasikan Pemeriksaan Semua Kasus Selama PSBB

Senin, 20 April 2020 – 17:01 WIB

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar

JAKARTA, REQnews – Wabah corona (COVID-19) yang melanda Indonesia dinilai ikut menghambat proses penyelesaian kasus-kasus hukum di ranah Kejaksaan Agung (Kejagung).

Di satu sisi, jika melakukan pemeriksaan langsung maka bisa berpotensi melanggar peraturan PSBB. Di sisi lain, jika tak melakukan pemeriksaan langsung maka akan mengabaikan prinsip pemeriksaan saksi dan tersangka.

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengatakan, pemeriksaan boleh saja dilakukan oleh pihak Kejagung. “Ya boleh, asal diikuti protokol kesehatannya. Seperti menerapkan psychal distancing dan memakai masker,” ujarnya kepada REQnews, Senin 20 April 2020.

Fickar pun berharap hasil pemeriksaan juga perlu dibeberkan ke publik. Lantaran selama ini pihak Kejagung seolah-olah cuma mengupdate dan fokus pada kasus Jiwasraya.

“Ya semua kasus yang selesai penyidikannya harus dibawa ke pengadilan termasuk jiwasraya dan dipublikasikan ke masyarakat. Sekalipun nanti peneriksaannya dilakukan secara online,” katanya. (Binsasi)