Duh! Ketua RT di Depok Akui Potong Bantuan Warga, Setuju?

Senin, 20 April 2020 – 20:31 WIB

Ilustrasi dana bantuan (Foto:Istimewa)

Ilustrasi dana bantuan (Foto:Istimewa)

DEPOK, REQNews - Ketua RT 05/06 Kelurahan Mampang Barep Suroso menjelaskan kabar yang beredar tentang pemotongan uang bantuan Warga terdampak COVID-19. Menurutnya pemotongan tersebut terpaksa dilakukan untuk membantu warga yang tidak mendapat bantuan. Karena di lingkungannya tidak semua warga terdata mendapat bantuan.

"Dari 100 KK yang saya ajukan, hanya 39 KK saja yang mendapat bantuan. Warga pun menanyakan pada saya kenapa tidak dapat seperti yang lain," kata Barep, Senin, 20 April 2020.

Kondisi ini tidak hanya terjadi di satu tempat. Di RT lain pun banyak warga yang sudah terdata namun tidak mendapat bantuan dana yang berasal dari APBD Depok sebesar Rp 250 ribu per-KK.

"Tadinya akan dibelikan sembako dan dibagikan pada warga yang tidak dapat bantuan, tapi berita yang beredar jadi ada potongan," ungkapnya.

Barep mengatakan tudingan tersebut tidak benar. Karena yang dia dan pengurus RT lainnya lakukan adalah untuk memperjuangkan warga yang tidak dapat bantuan.

"Saya merasa tidak enak kepada warga yang tidak dapat. Saya pusing bagaimana membagikannya, jadi akhirnya sesuai keputusan bersama, kita minta pada yang menerima untuk disisihkan Rp 25 ribu. Uang itu dikumpulkan di ketua RW," ucapnya.

Akhirnya dana tersebut dikembalikan lagi pada penerima. Dan warga yang tidak dapat pun terpaksa gigit jari. "Duitnya langsung saya ambil di Pak RW dan dikembalikan pada mereka," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, pihaknya sudah melakukan investigasi atas kasus tersebut. "Penyelidikan dan penelusuran tersebut dilakukan terhadap bansos yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok," katanya.

Sebelumnya diberitakan, penyaluran dana bantuan bagi masyarakat terdampak wabah Covid-19 di Depok dipersoalkan. Sejumlah warga mengaku dana yang diterima tidak utuh.

Berdasarkan anggaran yang disediakan Pemkot Depok, warga yang didata akan menerima bantuan sebesar Rp250 ribu. Namun kenyataannya, dana yang diterima tidak full alias dipotong tanpa alasan yang jelas oleh oknum pengurus lingkungan.