Eks Bupati Bengkayang Suryadman Gidot Divonis 5 Tahun Penjara

Selasa, 19 Mei 2020 – 23:31 WIB

Mantan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot (Foto:Istimewa)

Mantan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot (Foto:Istimewa)

PONTIANAK, REQNews - Mantan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot dijatuhi vonis 5 tahun penjara denda Rp200 juta subsider 1 bulan kurungan. Hakim meyakini Suryadman menerima suap dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bengkayang Aleksius.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," ujar Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Pontianak Prayitno Iman Santoso, Selasa, 19 Mei 2020.

Suryadman diyakini melanggar pasal 12 a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU 20 tahun 2001 jo 55 ayat 1 ke 1. Selain Suryadman, hakim juga memvonis Aleksius pidana penjara 4 tahun denda Rp200 juta subsider 1 bulan penjara karena menjadi perantara suap terhadap Suryadman.

Vonis terhadap Suryadman dan Aleksius lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jaksa menuntut Suryadman Gidot untuk dihukum 6 tahun pidana penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Jaksa KPK meyakini Suryadman menerima suap Rp340 juta atas sejumlah proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang tahun 2019. Uang suap diterima dari lima orang kontraktor, melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bengkayang Aleksius.

Suap ini diberikan lantaran lima orang swasta itu mendapat proyek sejumlah pekerjaan dengan skema penunjukkan langsung di Dinas PUPR. Untuk satu paket pekerjaan penunjukan langsung dimintakan setoran sebesar Rp20-25 juta, atau minimal sekitar 10% dari nilai maksimal pekerjaan penunjukkan langsung yaitu Rp200 juta