Mengapa Rhido Rhoma Belum Dieksekusi?

Senin, 15 April 2019 – 20:30 WIB

Rhido Rhoma (FOTO: Istimewa)

Rhido Rhoma (FOTO: Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Mahkamah Agung telah menjatuhkan vonis kepada Ridho Rhoma, penyanyi dangdut anak Rhoma Irama, atas pengajuan kasasi oleh pihak kejaksaan.

Dalam amat putusannya, sebagaimana tercantum dalam lama kepaniteraan Mahkamah Agung, putusannya adalah tolak perbaikan.

Namun hingga artikel ini ditulis, pihak kuasa hukum Ridho Rhoma belum menerima salinan putusan itu. 

"Petikan yang dikirimi PN Jakbar sampai tadi pagi kami belum menerima petikan, terlebih lagi salinan putusan. Kami belum menerima salinan putusan. Yang kami terima baru panggilan dari Kejari Jakbar untuk hadir dalam eksekusi putusan kasasi Mas Ridho," ucap Achmad Cholidin, kuasa hukum Rhido Rhoma, di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Senin (15/4/2019).

Kepada media, Achmad mengaku pihaknya hanya mendapatkan fotokopi petikan Rabu (10/4/2019) lalu. 

Achmad menyampaikan bahwa Ridho Rhoma masih menunggu salinan putusan kasasi dari pihak Pengadilan Negeri Jakarta Barat agar lebih yakin dengan putusan kasasi tersebut. Meski demikian, Achmad juga menegaskan bahwa Ridho Rhoma patuh dengan putusan kasasi. 

Pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Wuriadhi memaklumi sikap dan penyataan dari pihak Rhido Rhoma tersebut. 

"Saya hargai itikad baik pengacara datang hari ini, cuman karena mereka berdasar bahwa Pasal 270 KUHP bahwa harus ada salinan putusan," kata Wuriadhi.

Mengenai rencana berikutnya, Wuriadhi mengatakan bahwa kejaksaan akan menjadwalkan ulang pemanggilan dan eksekusi Rhido Rhoma setelah salinan putusan itu diterima pihak Rhido.

Wuriadhi juga mengakui bahwa Jumat (12/4/2019) lalu, pihaknya telah mengirimkan surat ke pengadilan negeri untuk meminta salinan putusan. Setelahnya, kejaksaan baru akan menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap Rhido Rhoma. 

Pada kesempatan yang sama, Wuriadhi juga menjelaskan, kejaksaan dapat langsung mengeksekuis Rhido tanpa harus mengirimkan salinan putusan. Namun hal ini tidak dilakukan karena pihak kejaksaan menghargai proses yang diatur dalam pasal 270 KUHP, pasal yang diacu oleh pihak Rhido. 

"Dasar pengacara kan dari Pasal 270 KUHP makanya kita minta salinan putusan. Sebenarnya dari Mahkamah Agung sendiri berpendapat dengan adanya petikan putusan kita sudah bisa eksekusi. Cuman karena di KUHP berbunyi ada salinan eksekusi ya kita mintakan," ujar Wuriadhi. (Prazz)