Bantah Miftahul, Kejaksaan Masih Kumpulkan Bukti Dana Hibah KONI

Rabu, 20 Mei 2020 – 14:02 WIB

Kejaksaan Agung RI (Foto:Istimewa)

Kejaksaan Agung RI (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Kesaksian Miftahul Ulum di persidangan terdakwa Imam Nahrawi soal terhentinya penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dana hibah KONI karena eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman mendapat aliran dana sebesar Rp7 miliar dibantah Kejaksaan Agung.

"Hingga saat ini, penyidikan perkara tersebut masih berjalan untuk mengumpulkan bukti dan perhitungan kerugian keuangan negara oleh BPK," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono melalui keterangan resmi, Selasa, 19 Mei 2020.

Dia menjelaskan, bahwa sejak Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-20/F.2/Fd.1/05/2019 tanggal 08 Mei 2019 dan diperbaharui dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-220/F.2/ Fd.1/04/2020 tanggal 22 April 2020 pihaknya telah memeriksa 51 saksi dan dua orang ahli dalam perkara tersebut.

Penyidik ini juga telah menyita 254 dokumen dan surat yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi kasus itu.

Hari juga menjelaskan BPK pun telah dimintakan bantuan untuk melakukan penghitungan kerugian negara sejak 16 September 2019 lalu. Hanya saja, setelah dilakukan verifikasi dan juga telaah lanjutan, BPK meminta kepada penyidik untuk melengkapi sejumlah berkas penyidikan.

"BPK bersurat kepada Penyidik tanggal 08 Mei 2020 yang pada intinya meminta untuk melengkapi dengan melakukan pemeriksaan beberapa pihak kembali," kata Hari.

Oleh sebab itu, Hari menuturkan bahwa pada Selasa, 19 Mei 2020 pihak penyidik kembali memeriksa sejumlah saksi dalam kasus tersebut, yakni Miftahul Ulum, kemudian staf Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga merangkap sebagai Plt. Deputi Prestasi pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Chandra Bhakti, dan terakhir Asisten Deputi Pembibitan dan Iptek Keolahragaan merangkap Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Deputi Prestasi pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Washinton Sigalingging.

"Dengan adanya pemeriksaan tiga saksi tersebut maka menepis keterangan saksi Miftahul Ulum dalam persidangan tanggal 15 Mei 2020," lanjut dia.