Saat Kades Lepas Baju Seragam karena Usulan BLT Ditolak

Kamis, 21 Mei 2020 – 17:05 WIB

Muhammad Bahrul Ghofar Kepala Desa Gredek (Foto:Istimewa)

Muhammad Bahrul Ghofar Kepala Desa Gredek (Foto:Istimewa)

 

GRESIK, REQNews – Muhammad Bahrul Ghofar Kepala Desa Gredek, Kecamatan Duduksampean, Gresik, Jawa Timur (Jatim) saat melakukan unjuk rasa bersama warganya yang memprotes kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Jaring Pengaman Sosial (JPS) di Kecamatan melakukan aksi yang tak biasa, Ghofar melepas seragam dinas dan bertelanjang dada di hadapan para pegawai kecamatan.

Aksi Ghofar ini dilatar belakangi karena usulan penerima BLT JPS tidak disetujui oleh pihak kecamatan. Padahal, nama penerima yang diusulkan sudah mendapatkan verifikasi dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

“Ini kepentingan hak masyarakat saya yang harus saya perjuangkan. Demi rakyat, saya siap menanggalkan jabatan saya. Percuma saya jadi lurah (Kades) kalau tidak bisa memperjuangkan apa yang menjadi hak masyarakat,” kata Ghofar sambil melempar seragam ke tanah.

Ghofar mengatakan, seluruh nama yang diusulkan sebagai calon penerima bantuan sudah diverifikasi. Mereka adalah warga miskin dan terdampak corona (Covid-19) yang memang berhak atas bantuan tersebut. Faktanya, tidak semua nama itu disetujui.

“Pengajuan empat kali dikembalikan, yang terakhir sudah proses pairing. Seharusnya sudah di SK beserta data desa lainya. Kenyataannya malah tidak disetujui camat dengan alasan yang tidak jelas,” katanya.

Ghofar mengatakan, sebanyak 153 KK (Kepala Keluarga) usulan calon penerima bantuan JPS dari Desa Gredek telah diajukan ke Bappeda. Sementara yang masuk kategori layak 125 KK dan yang tidak layak 28 KK.