Pemkab Gunungkidul Pinjam Hutan UGM untuk Karantina Reaktif PCR

Jumat, 22 Mei 2020 – 04:03 WIB

Ilustrasi Pemkab Gunungkidul pinjam hutan UGM untuk karantina pasien reaktif PCR Covid19

Ilustrasi Pemkab Gunungkidul pinjam hutan UGM untuk karantina pasien reaktif PCR Covid19

YOGYAKARTA, REQnews  - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meminjam Hutan Pendidikan milik UGM untuk karantina mandiri pasien reaktif PCR Covid19. 

Dekan Fakultas Kehutanan UGM Budiadi menyatakan pemilihan hutan pendidikan itu untuk mendukung RSUD Gunungkidul yang hanya diprioritaskan sebagai tempat perawatan intensif pasien positif Covid19.

 

Hal ini, menurut Budiadi, merupakan langkah preventif sekaligus rehabilitatif dalam proses perawatan orang yang dinyatakan reaktif setelah melalui uji PCR dalam tes cepat.

Budiadi menyebutkan sebanyak delapan paviliun di hutan pendidikan Wanagama telah disiapkan untuk ruang karantina. Delapan paviliun tersebut terdiri dari tujuh  untuk ruang karantina dan satu paviliun sebagai ruang medis atau perawatan.

Tiap paviliun, katanya, dilengkapi dengan fasilitas empat toilet, dua dapur, dua kamar tidur, serta satu ruang bersama. "Total kami siapkan 46 tempat tidur untuk pasien karantina dan empat tempat tidur bagi tenaga medis," kata Budiadi.

Rektor UGM Panut Mulyono menjelaskan bantuan tempat itu juga menunjukkan bahwa modal sosial di DIY sangat besar. Modal sosial tersebut, yakni keguyuban, solidaritas, serta rasa senasib sepenanggungan, karena berada di wilayah yang sama.

Dengan upaya ini, menurut Panut, UGM juga ingin menunjukkan bahwa dibangunnya Wanagama tidak semata-mata didedikasikan hanya untuk kebutuhan pendidikan. Fasilitas itu dibangun juga untuk kemanfaatan warga sekitar serta Kabupaten Gunungkidul pada umumnya.

Ia berharap para pasien yang menempati salah satu wisma di Wanagama ini dapat cepat proses penyembuhannya. Suasana tenang serta pemandangan hutan di lokasi itu dapat dijadikan terapi pula yang disebut sebagai forest healing.

 1x3: