Pandemi Corona Bikin Pemburu Harimau Sumatra Merajalela Lagi

Jumat, 22 Mei 2020 – 10:33 WIB

Ilustrasi harimau Sumatra

Ilustrasi harimau Sumatra

JAKARTA, REQnews - Selama pandemi corona atau Covid-19 melanda Indonesia, perburuan ilegal terhadap harimau Sumatra kembali marak. Para pemburu kian leluasa bergerak, memanfaatkan situasi ketika pengawasan kendur.

Ketua Forum HarimauKita, Ahmad Faisal, mengatakan, ketika instansi terkait dan aparat sedang fokus menangani pandemi, para pemburu mendapat celah untuk memasang jerat di wilayah jelajah satwa.

"Ini justru kesempatan mereka karena pengawasannya turun, mereka lebih leluasa ke dalam," kata Ahmad Faisal, Kamis 21 Mei 2020.

Pernyataannya ini disampaikan usai ditemukannya harimau Sumarta yang mati terjerat di konsesi hutan tanaman industri PT Arara Abadi, di Kabupaten Siak, Riau pada 18 Mei 2020 lalu.

Para pemburu itu menurutnya tidak mengenal aturan work form home, karena mereka mencari nafkahnya dari hutan, dengan memasang banyak jeratan harimau.

"Jerat ini tidak dipasang satu, dua atau tiga, tetapi sampai berpuluh-puluh bahkan ratusan jerat agar kesempatan dapatkan tangkapan satwa semakin tinggi," ujar Ahmad Faisal.

Sebenarnya, kata Faisal, selama ini pihak perusahaan juga sudah cukup progresif membantu perlindungan satwa tersebut. Bahkan, sampai mengedukasi masyarakat di Jambi dan Sumatra Selatan tentang satwa harimau, dan melakukan patroli sapu jerat.

Namun, para pemburu masih saja mendapat celah untuk melakukan tindakan ilegal tersebut. Ditambah kondisi pandemi, saat pengawasan semua pihak berkurang, para pemburu melancarkan aksinya dengan mudah.

 1x3: