Ini 7 Pejabat Kemendikbud yang Diperiksa terkait OTT Rektor UNJ

Jumat, 22 Mei 2020 – 09:03 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi

JAKARTA, REQnews - Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) merilis 7 nama pejabat di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang diduga memiliki keterkaitan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu 20 Mei 2020 lalu.

Dalam OTT tersebut, sejumlah pejabat di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terjerat, termasuk Rektor UNJ Komarudin. OTT dilakukan Tim Satgas KPK dibantu Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud.

Ketujuh nama orang yang diperiksa setelah OTT ini adalah, Rektor UNJ Komarudin, Kabag Kepegawaian UNJ Dwi Achmad Noor, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Sofia Hartati dan Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud Tatik Supartiah.

Selanjutanya adalah Kepala Biro SDM Kemendikbud Diah Ismayanti, serta dua Staf SDM Kemendikbud, yaitu Dinar Suliya dan Parjono.

"KPK melakukan serangkaian permintaan keterangan antara lain terhadap OTT tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Jumat 22 Mei 2020.

Seperti diketahui sebelumnya, diduga Rektor UNJ Komarudin diduga telah meminta kepada dekan fakultas dan lembaga di kampus itu untuk mengumpulkan uang THR pada 13 Mei 2020.

THR tersebut rencananya akan diserahkan kepada Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud dan beberapa staf SDM di kementerian.

Pada tanggal 19 Mei 2020, terkumpul uang sebesar Rp 55 juta dari 8 fakultas, 2 lembaga penelitian dan pascasarjana.

Kemudian, Kabag Kepegawaian UNJ Dwi Achmad Noor membawa uang Rp 37 Juta ke kantor Kemendikbud. Uang itu kemudian diserahkan kepada Kepala Biro SDM Kemendikbud sebesar Rp 5 juta, Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud sebesar Rp 2,5 juta serta dua staf SDM Kemendikbud masing-masing sebesar Rp 1 juta.