Mudik Berjalan Kaki, Pria Ini Makan Bangkai Anjing karena Kelaparan

Sabtu, 23 Mei 2020 – 07:02 WIB

Kelaparan pria ini memakan bangkai daging anjing di jalan (Foto:Istimewa)

Kelaparan pria ini memakan bangkai daging anjing di jalan (Foto:Istimewa)

INDIA, REQNews - Pradhuman Singh Naruka sedang dalam perjalanan ke Delhi, India. Dia mengemudikan sendiri mobilnya, saat tiba di jalan poros Delhi-Jaipur di Shahpura, Rajasthan, dia memelankan laju kendaraannya.

Matanya tertuju pada sesosok pria yang sedang makan di tengah jalan. "Pria ini sedang makan bangkai daging (anjing) di jalan,” kata Naruka dalam video yang viral di media sosial, seperti dikutip dari gulfnews, Jumat 22 Mei 2020.

“Kamu tidak punya makanan untuk dimakan? Apa yang Anda makan? Anda akan mati!" dia berteriak pada pria itu.

Kemudian dia memerintahkan pria itu untuk berdiri di sisi jalan. Dia lalu mendekatinya dan memberi sekotak makanan dan sebotol air, sambil menutup mulutnya dengan sapu tangan.

Tanpa ragu, pria lapar itu mulai melahap makanan itu. Ketika Naruka menanyainya tentang latar belakangnya dan memberi tahu bahwa dia akan memberinya uang.

"Saya melihat orang ini memakan seekor binatang yang mungkin mati di jalan ketika saya sedang dalam perjalanan ke Delhi. Jika Anda melihat seseorang dalam perjalanan, tolong bantu mereka dan bagikan video ini sebanyak yang Anda bisa," lanjut Naruka.

Video itu juga dibagikan ke Facebook. Naruka menulis dalam bahasa Hindi, “Kemanusiaan menjadi hal yang memalukan di Jalan Raya Nasional Delhi-Jaipur di Shahpura, Rajasthan ketika seorang buruh dipaksa memakan seekor anjing mati karena kelaparan. Saya memberinya makan dan memberinya uang. Jika Anda pernah melihat seseorang lapar, tolong bantu."

Video itu diposting oleh pengguna media sosial, dengan banyak menandai pejabat pemerintah di postingan mereka.

Ribuan pekerja migran saat ini sedang dalam perjalanan pulang dari kota-kota di seluruh India. Banyak cerita tentang buruh yang meninggal, kelaparan, dan berjalan tanpa kebutuhan dasar.

Pemerintah India telah banyak dikritik karena salah urus selama lockdown Covid-19.