Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Fadli Zon Bukukan Semua Pendapatnya Selama 4,5 Tahun

Selasa, 16 April 2019 – 09:30 WIB

Fadli Zon (FOTO: Istimewa)

Fadli Zon (FOTO: Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Fadli Zon meluncurkan buku yang berisi semua pemikirannya selama 4,5 tahun sebagai Wakil Ketua DPR RI di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Buku berjudul “Kata Fadli: Catatan-Catatan Kritis dari Senayan” ini merupakan kumpulan dari semua ucapan, rilis pers dan komentar-komentar Fadli terhadap berbagai peristiwa di Indonesia sejak 2014. 

“Buku ini adalah kompilasi dari catatan­catatan saya selama 4,5 tahun menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, baik lisan maupun tertulis secara digital seperti Whatsapp. Hal ini perlu dikumpulkan, sebagai sebuah catatan dan bukti apa yang telah saya ucapkan secara substantif, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa kita,” ujar Fadli seperti dikutip dari laman resmi DPR RI.

Ia pun mengungkap proses yang ia jalani sebelum menanggapi berbagai peristiwa dan isu di Indonesia. Ia berpegang pada data, bukan asal menanggapi. 

Ia bercerita, saat harus menanggapi persoalan yang dialami kaum buruh ia sigap menanggapinya dengan berbasis data yang relevan terkait buruh. 

“Bahkan, saya juga bertanya kepada kawan­-kawan buruh sebelum melakukan rilis pers atau pernyataan sikap. Begitu juga, dengan isu-­isu lainnya, baik isu ekonomi, politik budaya, sosial, pengaduan­ masyarakat dari daerah pemilihan saya di Bogor atau dari masyarakat dari seluruh Indonesia,” kata Fadli.

Pada kesempatan yang sama, Fadli mengakui bahwa dirinya mengambil posisi sebagai oposisi bagi pemerintah. Maka, menurutnya, pendapat yang ia lontarkan harus lebih kritis dari pihak lainnya. 

Perihal posisi kritisnya sebagai wakil rakyat dalam buku tersebut, Fadli menjelasan, “Tentu karena judulnya adalah catatan kritis, sebagai Anggota dan Pimpinan DPR, selain membuat undang-undang dan membuat anggaran bersama pemerintah, kami mempunyai tugas melakukan kontrol terhadap jalannya pemerintahan, pelaksanaan terhadap UU dan lain-­lain. Ini saya kira lebih kepada tugas untuk melakukan pengawasan dan ini yang saya pertanggungjawabkan dari apa yang sudah dilaksanakan.” (Prazz)