KPU Bantah Data Penduduk Indonesia Dijebol Hacker

Sabtu, 23 Mei 2020 – 18:01 WIB

Komisi Pemilihan Umum

Komisi Pemilihan Umum

JAKARTA, REQnews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah adanya kebocoran data penduduk Indonesia akibat ulah peretas, sebagaiman klaim akun Twitter @underthebreach sebelumnya. 

Komisioner KPU Viryan Aziz menjelaskan, data di laman penyelenggara pemilu itu sama sekali tidak diretas oleh pihak mana pun. Hal ini dipastikan setelah KPU berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Polri juga Kemenkominfo.

"Data KPU sebagaimana saya sampaikan tidak bocor. Data DPT 2014 yang salah satunya ditampilkan adalah data yang bulan November 2013. Data format PDF adalah data yang diserahkan KPU kepada pihak eksternal sesuai Pasal 38 ayat 5, UU 8 tahun 2012," ujar Viryan, Jumat 22 Mei 2020.

Sementara Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Fakrulloh menegaskan, pihaknya telah mengingatkan KPU berulang-ulang kali agar menjaga kerahasiaan data penduduk.

"Tugas utama Dukcapil Kemendagri dalam pemilu dan pilkada adalah memberikan DP4 kepada KPU. Sejak penyerahan DP4, Dukcapil Kemendagri meminta KPU berkomitmen mengelola data dengan menjaga kerahasiaan data pribadi," kata Zudan.

Ia juga menyebut, Dukcapil pada 2014 lalu sudah meminta KPU agar mengganti NIK dan NKK dengan tanda bintang saja, agar tak ditampakkan untuk menghindari penyalahgunaan.

Zudan memastikan, di internal Dukcapil tak ada kebocoran data. Pihaknya sudah memeriksa data centre, log serta traffic, yang semuanya tak menunjukkan adanya masalah.1x3: