Bawaslu Temukan 6 Ribu TPS Rawan Pelanggaran Pemilu di NTB

Selasa, 16 April 2019 – 15:30 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Sehari jelang pemungutan suara 17 April 2019 besok, dari hasil penelusuran di lapangan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan adanya kerawanan terjadinya kecurangan pemilu pada 6.929 TPS dari total 15.988 TPS di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Paling banyak di Kabupaten Lombok Timur dengan 1.557 TPS, lalu disusul Kabupaten Sumbawa sebanyak 1.035 TPS, dan Kabupaten Bima 491 TPS,” kata Ketua Bawaslu NTB Khuwailid, Senin 15 April 2019. 

Khuwailid menyebut ada 9 indikator TPS rawan yang sudah dicatat oleh pihaknya. Sembilan indikator itu meliputi, pertama soal Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) di NTB mencapai 1.956 pemilih atau 12 persen dari total TPS, lalu kedua adanya Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang ada di 1.360 TPS. 

Ketiga adalah soal 85 TPS yang berada di dekat rumah sakit, lalu keempat adalah 41 TPS berada dekat perguruan tinggi, kelima adalah soal 993 TPS yang berada dekat lembaga pendidikan. 

Selanjutnya, keenam adalah soal dugaan praktik pemberian uang atau barang pada masa kampanye yang ada di 486 TPS, lalu inikator ketujuh adalah dugaan praktik menghina dan menghasut pemilih terkait isu SARA di 191 TPS. 

Kedelapan adalah soal petugas KPPS yang mengkampanyekan peserta pemilu di 286 TPS, dan yang terakhir kesembilan adalah soal 628 TPS yang berada deka posko pemenangan peserta pemilu. 

Selain menegaskan bahaya TPS rawan ini jika tidak segera ada langkah-langkah untuk antisipasi, Bawaslu NTB juga mengimbau seluruh pemilih yang masuk dalam DPK agar menggunakan hak suaranya di atas pukul 12.00 WITA, sesuai aturan yang berlaku.

“Dan kita imbau kepada KPPS agar tetap mengingatkan tata cara pemungutan suara,” ujar Khuwailid.