Trump Marah Besar ke Twitter Gegara Cuitannya Dianggap Hoax

Kamis, 28 Mei 2020 – 17:34 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto:Istimewa)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto:Istimewa)

AMERIKA SERIKAT, REQNews - Presiden Amerika Serikat Donald Trump perselisihan dengan Twitter lantaran kicauannya terkait pemilu diberi label cek fakta. Label itu umumnya tersemat pada postingan yang mengandung informasi palsu atau salah, dan memungkinkan pengguna untuk tersambung ke tautan informasi yang benar dengan mengkliknya.

Atas hal tersebut, Trump mengungkapkan kemarahannya lewat cuitan.

"Big Tech (perusahaan raksasa teknologi) melakukan segala daya mereka yang sangat besar untuk SENSOR sebelum Pemilu 2020. Jika itu terjadi, kita tidak lagi memiliki kebebasan. Saya tidak akan pernah membiarkan itu terjadi! Mereka berusaha keras pada tahun 2016, dan kalah. Sekarang mereka benar-benar GILA. Tetap disini!!!" tulis Trump, dilansir dari laman BBC, Kamis, 28 Mei 2020.

Ia juga mengklaim bahwa Partai Republikan merasakan platform tersebut benar-benar membungkam suara kelompok konservatif.

Atas kritik tersebut, CEO Twitter Jack Dorsey membela kebijakan perusahaannya dan mengatakan platformnya akan tetap mengungkap informasi yang keliru terkait pemilu.

"Periksa fakta: ada seseorang yang pada akhirnya bertanggung jawab atas tindakan kami sebagai perusahaan, dan itu adalah saya. Tolong tinggalkan karyawan kami dari masalah ini. Kami akan terus membongkar informasi yang salah atau diperdebatkan terkait pemilu secara global. Dan kami akan mengakui dan menanggung kesalahan yang kami buat." kata Dorsey dalam postingannya.

Twitter telah memperketat kebijakannya dalam beberapa tahun terakhir setelah dianggap bersikap abai pada penyebaran informasi yang salah dan perkembangan akun palsu.

Beberapa perusahaan teknologi terbesar di Amerika juga dituduh melakukan praktik anti-persaingan dan melanggar privasi pengguna mereka. Apple, Google, Facebook, dan Amazon menghadapi penyelidikan anti-trust oleh otoritas federal dan negara bagian dan panel kongres AS.