AS Rusuh Massal! Kematian Warga Berkulit Hitam Pemicunya

Kamis, 28 Mei 2020 – 14:02 WIB

Ribuan orang turun ke jalan protes tewasnya pria kulit hitam oleh polisi (Foto:CNN)

Ribuan orang turun ke jalan protes tewasnya pria kulit hitam oleh polisi (Foto:CNN)

AMERIKA SERIKAT, REQNews - Kasus tewasnya warga berkulit hitam asal Amerika Serikat (AS), George Floyd, oleh pihak kepolisian Minneapolis telah memicu isu Rasisme hingga serangkaian protes massal terutama dari para penduduk Minnesota.

Setelah Floyd dinyatakan meninggal pada Senin 25 Mei 2020 lalu, ribuan orang langsung berbondong-bondong turun ke jalan dan menyerukan keadilan setidaknya hingga Rabu, 27 Mei 2020 kemarin.

Namun protes yang awalnya berjalan damai, pada Selasa, 27 Mei 2020 kemarin malah akhirnya berujung kerusuhan hingga bentrokan dengan pihak kepolisian.

Dalam laporannya, Metro New mengatakan polisi dengan perlengkapan anti huru haranya sampai menembakkan gas air mata kepada kerumunan pengunjuk rasa.

Sebaliknya, para pengunjuk rasa juga disebutkan melakukan aksi pelemparan botol-botol air ke arah petugas. Tidak hanya itu, rekaman berita lokal juga menunjukkan bagaimana saat kerusuhan terjadi, beberapa demonstran nekat merusaki bagian luar kantor serta mobil kepolisian.

CNN pada Selasa kemarin juga menambahkan bahwa beberapa pengunjuk rasa terlihat membawa gerobak penuh batu di luar kantor polisian dan membuangnya ke tanah. Batu-batu ini disinyalir sengaja dibuang agar para pengunjuk rasa bisa melempari batu saat berdemo.

"Polisi menyemprotkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan setelah beberapa orang berbalik (menyerang) dengan agresif," kata seorang juru bicara kepolisian Minneapolis.

Sementara aksi ini sendiri diketahui bermula dari sebuah video klip viral yang menunjukkan penangkapan Floyd oleh kepolisian Minneapolis. Namun penangkapan tersebut dinilai mengandung kekerasan yang berlebihan lantaran saat dibekuk, Floyd justru terlihat dijepit ke tanah oleh seorang perwira polisi.

Makin memantik isu Rasisme, video tersebut menunjukkan bagaimana polisi berkulit putih tersebut menekan lututnya ke leher Floyd hingga ia kehabisan napas.

Saat dibekuk dengan cara dijepit itulah, Floyd terlihat meminta tolong karena kehabisan napas.

"Tolong, tolong, tolong, aku tidak bisa bernapas. Perutku sakit. Leherku sakit. Tolong, tolong. Aku tidak bisa bernapas," ucap Floyd terdengar dalam rekaman video.

Tidak hanya itu, saat dijepit di dekat ban mobil patroli kepolisian, Floyd juga tampak berdarah pada bagian hidungnya.

"Hidungnya berdarah. Lihat hidungnya!" teriak seroang wanita yang menyaksikan penangkapan Floyd.

Sesaat setelah ditekan polisi, Floyd pun sudah tidak responsif dan akhirnya dinyatakan meninggal di rumah sakit pada Senin malam waktu setempat. Meski begitu, Darnella Frazier, salah satu saksi yang merekam insiden tersebut menyebut bahwa Floyd tampak sudah mati bahkan sebelum ambulans tiba di lokasi.

Tidak hanya itu, Star Tribune juga sempat menambahkan keterangan Kepala EMS Hennepin Healthcare, Marty Scheerer, yang menjelaskan bahwa Floyd sudah tidak responsif dan tanpa denyut nadi saat diserahkan ke staf UGD.

Kemudian, sesaat setelah video beredar luas, pada Selasa pagi, kepolisian Minneapolis menyatakan bahwa penangkapan Floyd ketika petugas menanggapi laporan kasus pemalsuan dan menemukan Floyd yang sudah dijadikan tersangka di mobilnya.

"Dia (Floyd) keluar dari mobil ketika diperintahkan, tetapi kemudian secara fisik melawan petugas. Petugas memborgol tersangka dan ia tampaknya menderita tekanan medis.

Petugas memanggil ambulans. Dia diangkut ke Pusat Medis Hennepin dengan ambulans di mana dia meninggal beberapa saat kemudian," terang pihak kepolisian.

Sementara, kematian Floyd tengah diselidiki oleh FBI, Departemen Penahanan Pidana Minnesota, dan Kantor Kejaksaan Kabupaten Hennepin, empat petugas yang terlibat dalam kasus ini dilaporkan telah dipecat.

Beberapa jam setelah pemecatan diumumkan, para pengunjuk rasa mulai menggelar aksi protes dan memenuhi jalan-jalan di sekitar lokasi penangkapan George. Tidak hanya itu, kasus Floyd ini rupanya juga telah memantik respons dari Presiden AS, Donald Trump.

Dalam keterangannya, Trump berjanji akan menengakkan keadilan sembari menyebut kematian Floyd sangat menyedihkan serta tragis.

"Aku sangat sedih tentang itu (kasus Floyd). Peristiwa yang sangat, sangat menyedihkan. Atas permintaan saya, FBI dan Departemen Kehakiman sudah memasuki penyelidikan untuk kematian yang sangat menyedihkan dan tragis dari George Floyd di Minnesota," ucap Trump seperti dilansir dari NBC News