Sudah 23 Orang Diperiksa dalam Kasus OTT THR Rektor UNJ

Jumat, 29 Mei 2020 – 00:05 WIB

Rektor UNJ Komarudin

Rektor UNJ Komarudin

JAKARTA, REQnews - Hingga kini, Polda Metro Jaya telah memeriksa 23 orang dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Rektor UNJ yang melibatkan sejumlah pejabat Kemendikbud dan Kemeristekdikti, yang sempat gempar sebelum Idul Fitri lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus berkata, Direktorat Kriminal Khusus akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah sudah memenuhi unsur-unsur naik ke tingkat penyidikan atau belum.

"Ada penambahan lagi klarifikasi 7 orang dan kemudian kita tambah satu lagi klarifikasi pemeriksaan terhadap satu pegawai dari Mendikti. Kemudian ada 15 dari UNJ yang kita lakukan klarifikasi pemeriksaan. 15 orang itu yang ikut pada saat Rapimnas," kata Yusri di Jakarta, Kamis 28 Mei 2020.

"Semua data sudah kita kumpulkan. Kalau sudah masuk konstruksi perkaranya, naik ke penyidikan. Tapi kalau memang tidak memenuhi unsur-unsurnya, nanti kita SP3," ujarnya menambahkan.

Seperti diketahui, kasus ini bermula ketika Rektor UNJ Komarudin diduga meminta kepada Dekan Fakultas dan lembaga di UNJ untuk mengumpulkan uang THR masing-masing Rp 5 juta melalui Dwi Achmad Noor (Kabag Kepegawaian UNJ).

THR tersebut rencananya akan diserahkan kepada Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan beberapa staf SDM di Kemendikbud. Pada tanggal 19 Mei 2020 terkumpul uang sebesar Rp 55 juta dari 8 fakultas, 2 lembaga penelitian dan pascasarjana.

Pada tanggal 20 Mei 2020, Dwi Achmad Noor membawa uang Rp 37.000.000 ke kantor Kemendikbud selanjutnya diserahkan kepada Karo SDM Kemendikbud sebesar Rp 5 juta, Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud sebesar Rp 2,5 juta serta Parjono dan Tuti (staf SDM Kemendikbud ) masing-masing sebesar Rp 1 juta. Setelah itu Dwi Achmad Noor diamankan tim KPK dan Itjen Kemendikbud.

Selanjutnya KPK melakukan serangkaian permintaan keterangan antara lain terhadap Komarudin (Rektor UNJ), Dwi Achmad Noor (Kabag Kepegawaian UNJ), Sofia Hartati(Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan), Tatik Supartiah (Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud), Diah Ismayanti (Karo SDM Kemendikbud), Dinar Suliya (Staf SDM Kemendikbud) dan Parjono (Staf SDM Kemendikbud).