Paulus Waterpauw: Penganiaya Tenaga Medis Hingga Tewas adalah Manusia Biadab

Jumat, 29 Mei 2020 – 12:33 WIB

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw (Foto:Istimewa)

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw (Foto:Istimewa)

JAYAPURA, REQNews - Petugas gabungan TNI dan Polri saat ini masih mengejar para pelaku penganiayaan terhadap anggota dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang akhirnya tewas.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, meminta kelompok kriminal bersenjata (KKB) tidak melakukan kekerasan kepada tenaga medis.

Irjen Pol Paulus mengatakan, tragedi yang menimpa dua petugas kesehatan di Puskesmas Wandai, Kabupaten Intan Jaya, tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Bahkan aksi mereka dinilai sudah sangat keterlaluan.

"Itu sangat biadab, tidak benar. Apapun alasan mereka, tidak dibenarkan tindakan seperti itu," kata Kapolda Paulus di Kota Jayapura, Papua, Jumat, 29 Mei 2020.

Dia menegaskan, satgas dari TNI dan Polri terus memburu gerombolan bersenjata di Papua yang selama ini selalu menebar teror kekerasan. Mirisnya tidak saja kepada aparat keamanan tapi juga warga sipil.

"Kalau mereka mau berhadapan dengan aparat TNI dan Polri, itu urusan mereka. Tapi jangan membantai petugas kemanusiaan yang seharusnya dibantu. Mereka seharusnya berterima kasih kepada mereka," ujarnya.

Sebelumnya dua orang tenaga medis atas nama Ale Melik Bogau, Kepala Puskesmas Kampung Wandai dan Heniko Somau, pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya dianiaya KKB saat membawa obat-obatan untuk warga.

Saat kejadian tersebut, satu korban Ale Melik tewas setelah mengalami luka parah di tubuhnya. Sedangkan korban Heniko Somau juga meninggal dunia di rumah sakit akibat luka tembak.