Perusahaan Konsorsium Salim & Medco Hadapi Gugatan Hyflux di Singapura

Selasa, 16 April 2019 – 23:00 WIB

FOTO: Istimewa

FOTO: Istimewa

JAKARTA, REQNews - Sebuah media Singapura Straits Times memberitakan gugatan kepada SM Investments (SMI), sebuah perusahaan konsorsium antara Grup Salim dan PT Medco Internasional Tbk (Medco), Selasa (16/4/2019).

Seperti diberitakan Straits Times, Hyflux Ltd, sebuah perusahaan pengelolaan air Singapura, mengajukan gugatan tersebut ke Pengadilan Tinggi Singapura. Dalam gugatan tersebut, Hyflux menilai SM Investments telah melakukan penolakan atas kesepakatan penyelamatan Hyflux. Selain itu Hyflux mengklaim telah mendepositkan uang senilai 38,9 juta Dollar Singapura atau 400,67 miliar Rupiah. 

Sebelumnya, Hyflux telah setuju menjual saham mayoritas kepada SM Investments setelah melakukan restrukturisasi perusahaan. Sebagai imbalannya, SMI menanamkan investasi senilai 530 juta Dollar Singapura. 

Pada saat itu, Hyflux memiliki hutang senilai 2,6 miliar Dollar Singapura.

Namun, awal bulan ini rencana tersebut tidak terlaksana. Seperti dikutip dari Strait Times, gagalnya rencana itu karena SM Investments melakukan “penolakan berulang untuk berkomitmen membuat investasi yang diperlukan untuk restrukturisasi.” 

Pada Kamis (11/4/2019), Hyflux mengatakan kepada Pengadilan Tinggi Singapura bahwa terlalu dini untuk membicarakan rencana penyelamatan lain. Pihak Hyflux belum memutuskan apakah akan meminta perpanjangan moratorium hutang yang menurut jadwal berakhir pada 30 April 2019.

Sebagaimana dikutip dari Strait Times, perwakilan Hyflux mengatakan, "Perjanjian restrukturisasi dihentikan, dan Hyflux berniat akan mengambil semua tindakan yang diperlukan terkait pembatalan perjanjian tersebut.” 

Di lain sisi, pihak SMI cukup terkejut dengan keputusan yang diambil oleh Hyflux, karena sejatinya SMI tidak bermaksud menunda­nunda kesepakatan.

"SMI menunggu Hyflux untuk mengungkapkan informasi lebih lanjut (terkait anak usahanya) setelah beberapa permintaan yang sama disampaikan sebelumnya. Keterlambatan dalam penyampaian informasi inilah yang mencegah SMI dari menentukan alokasi modal kerja dan nilai penyelesaian transaksi untuk kreditor berdasarkan perjanjian restrukturisasi", demikian pernyataan pihak SM Investments. 

Salah satu kondisi yang dimaksud terkait anak usaha Hyflux adalah wanprestasi Tuaspring Pte Ltd, seperti dilansir Channel News Asia. (Prazz)