Sekolah saat Pandemi, DPR: Nyawa Generasi Penerus Taruhannya

Minggu, 31 Mei 2020 – 11:01 WIB

Ilustrasi siswa di sekolah

Ilustrasi siswa di sekolah

JAKARTA, REQnews - Wacana pemerintah untuk mulai membuka kembali kegiatan belajar-mengajar di sekolah saat pandemi Covid-19 masih mengancam, mendapat penolakan keras dari DPR RI.

Menurut anggota DPR Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Heryawan, wacana tersebut dianggap sangat tergesa-gesa dan berbahaya, karena mempertaruhkan nyawa para generasi penerus bangsa.

"Pembukaan sekolah di saat pandemi sama saja dengan mempertaruhkan nyawa generasi penerus bangsa. Kita tahu, hingga kini transmisi Covid-19 belum terkendali, kasus baru masih terus terjadi, dan kurvanya juga masih belum melandai. Saya keberatan jika anak-anak seperti dijadikan kelinci percobaan," kata Netty, Minggu 31 Mei 2020.

Ia mengingatkan pemerintah, bahwa data penularan corona terhadap anak-anak di Indonesia cukup tinggi. Hal ini merujuk pada laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) 18 Mei 2020 lalu, bahwa tak kurang 584 anak dinyatakan positif Covid-19, 14 di antaranya meninggal dunia.

"Atas nama kecintaan, kepedulian dan keberpihakan terhadap masa depan generasi bangsa, saya minta tunda kebijakan ini," ujarnya.

Sementara merujuk data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, hingga 28 Mei 2020, total anak-anak yang terpapar Covid-19 mencapai 5 persen dari total kasus yang dilaporkan ke pemerintah.

"Kasus kematian anak Indonesia karena Covid-19 paling tinggi se-Asia. Jika tidak menyiapkan seluruh faktor pendukungnya, maka sekolah dapat menjadi mata rantai baru penularan Covid-19," kata Netty.