Waduh, Politikus PDIP Sebut Teror Diskusi UGM Bagian Trik Marketing

Senin, 01 Juni 2020 – 21:03 WIB

anggota DPR Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno (Foto:Istimewa)

anggota DPR Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Banyak kalangan yang menghujat adanya ancaman terhadap panitia diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) soal pemecatan Presiden. Namun, berbeda dengan anggota DPR Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno menilai, tidak ada ancaman melainkan hanya trik pemasaran yang dibuat.

Menurutnya sejauh ini dirinya tidak melihat ada teror atau ancaman dan UUD menjamin kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pikiran sesuai dengan pasal 28.

"Mereka menggunakan trik diancam atau diteror sebagai alat promosi agar acara menjadi menarik dan diperhatikan. Trik marketing," kata Hendrawan, Senin, 1 Juni 2020.

Hendrawan menambahkan, perizinan terkait acara juga dipenuhi dan tidak ada masalah. Bahkan dia mengatakan, tak jarang internal panitia saling berebut panggung untuk berebut popularitas melalui pilihan topik seminar atau diskusi.

"Yang meneror juga terkadang teman mereka sendiri. Ada semacam pembagian tugas, ada yang memainkan peran sebagai intel, peneror, penelpon gelap, dan sebagainya. Bila diskusi dilakukan secara ilmiah di kampus, pihak kampus akan menjamin pelaksanaannya," tuturnya.

Hendrawan meragukan pengakuan terkait adanya ancaman tersebut. Dia bilang, masyarakat jangan mudah percaya dengan trik lama.

"Ini Era Reformasi. Era demokrasi. Jangan sampai kita tenggelam dalam trik-trik lama yang sudah ketinggalan semangat jaman," ucapnya.

Menurut dia, ancaman tersebut adalah strategi untuk kepentingan politik Pilpres 2024. Sehingga, citra buruk pada pemerintahan saat ini dibingkai dari sekarang.

"Ada upaya untuk menggiring persepsi bahwa pemerintahan saat ini menuju otoriterisme baru. Bagian strategi untuk degradasi citra politik dlm kontestasi 2024,"pungkasnya.