Benny Tjokrosaputro Dijerat dengan Dakwaan Pencucian Uang

Kamis, 04 Juni 2020 – 07:32 WIB

Benny Tjokrosaputro (Foto:Istimewa)

Benny Tjokrosaputro (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dijerat kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan korupsi yang merugikan keuangan negara Rp16,8 triliun. 

Jaksa penuntut umum Bima Suprayoga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Rabu, 3 Juni 2020 mengatakan bahwa uang hasil TPPU Benny patut diduga hasil tindak pidana dalam pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT Asuransi Jiwasraya (JAS) Persero sejak 2008 hingga 2018.

"Hasil rasuah itu disembunyikan asal usul harta kekayaannya," ujar Bima

Bima mengungkapkan harta kekayaan berupa pembelian tanah, bangunan, dan penempatan uang yang mengatasnamakan pihak lain, dilakukan guna menyamarkan asal usul kekayaan.

Nilai TPPU yang digunakan Benny puluhan miliar. Selain itu, pencucian uang yang dilakukan Benny berupa membeli tanah, membayar bunga bank, membeli saham, pembangunan rumah, dan menukarkan sejumlah mata uang asing.

Benny juga mengalihkan uang hasil korupsinya itu dengan membeli 92 unit apartemen dengan atas nama yang berbeda-beda. Dia pun disebut membeli empat unit apartemen di luar negeri.

"Bahwa uang yang digunakan oleh terdakwa bersumberkan dari kejahatan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh terdakwa selaku pihak yang mengatur dan mengendalikan instrumen pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT Asuransi Jiwasraya (AJS) Persero sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp16.8 triliun," ujar jaksa.

Atas perbuatannya, Benny didakwa melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.