Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Seperti Apakah Aturan Main Iklan Produk Keuangan?

Rabu, 17 April 2019 – 17:30 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (FOTO: Istimewa)

Otoritas Jasa Keuangan (FOTO: Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Otoritas Jasa Keuangna telah merilis Pedoman Iklan Keuangan. Ini merupakan regulasi yang mengatur cara memasarkan produk keuangan bagi Layanan Jasa Keuangan (LJK).

"Sekarang di OJK selain sebagai pengawas yang mengawasi kesehatan sektor jasa keuangan, kita juga awasi mengenai perilaku jasa keuangan dalam membuat produk dan memasarkannya,” kata Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sarjito di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Secara spesifik, ketentuan perihal iklan terdapat di pasal 28 bab 6 UU OJK. 

Sarjito menjelaskan, iklan produk keuangan harus bersifat akurat, jelas, jujur dan tidak menyesatkan. 

“Klaim dalam iklan berdasarkan referensi pihak ketiga yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya. 

Selain itu, perihal informasi yang terdapat dalam iklan mesti lengkap, terutama menyangkut manfaat, biaya, risiko, syarat dan ketentuan. 

Sarjito menekankan, informasi dalam iklan tidak boleh menimbulkan perbedaan penafsiran antara konsumen dan atau masyarakat dengan LJK.

Kriteria lain yang juga harus ditaati LJK dalam memasarkan produknya melalui iklan adalah penggunaan kata superlatif wajib disertai referensi yang kredibel. 

Mengenai penyajian kinerja masa lalu dan proyeksi kinerja, LJK dilarang menjanjikan berhasil dan penggunaan data riset wajib mencantumkan sumber yang independen. 

"Bahasa mudah dipahami. Jika mencantumkan tautan, wajib diinformasikan secara langsung dan spesifik. Wajib mencantumkan logo OJK dan pernyataan terdaftar dan diawasi oleh OJK," kata Sarjito.

Pokok penting lainnya dalam ketentuan ini adalah kriteria tidak menyesatkan. Artinya, tidak menggunakan kata-kata atau kalimat yang tidak benar. Jika ada syarat yang ditentukan, maka tidak begitu saja menggunakan kata “gratis”. 

"Dilarang menggunakan kata gratis jika disertai upaya tertentu. Dilarang menggunakan kata berlebihan. Kesaksian konsumen atau testimoni wajib disampaikan secara jujur," ujarnya.

Bahkan, OJK melarang penggunaan anak kecil di bawah umur 7 tahun, pejabat negara dan tokoh agama dalam iklan yang dibuat LJK.

Bahkan, kontent iklan tidak boleh menjatuhkan produk pesaing dan tidak memuat unsur plagiarisme. (Prazz)