Pak Jokowi Buzzer Anda Sudah Keterlaluan, Tolong Ditegur!

Kamis, 04 Juni 2020 – 08:08 WIB

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

JAKARTA, REQnews - Presiden Joko Widodo didesak untuk tegas menegur dan menertibkan para pendukungnya yang menjadi buzzer, karena dianggap sudah bertindak melebihi batas atau keterlaluan.

Desakan ini datang dari Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati, yang menyebut, harusnya Jokowi bisa mengevaluasi media sosial melalui Kementerian Kominfo, terutama terkait peretasan akun-akun yang mengkritik pemerintah.

"Buzzer ada yang biasa, dan ada yang keterlaluan. Kalau begitu, ya harus dikasih tahu dong," kata Asfinawati dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu 3 Juni 2020.

Namun, Asfinawati melihat buzzer ini sengaja dibiarkan. Ia merasa bahwa Presiden Jokowi tidak mau menggunakan kewenangannya untuk penertiban buzzer tersebut.

"Ada yang namanya unwiling dan unable. Kalau itu namanya bukan unable, bukan tidak mampu, itu tidak mau," ujarnya menambahkan.

Berbeda dengan Ketua YLBHI, Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian berkata, buzzer adalah hal yang biasa dimiliki penguasa. Ia menyebut keberadaan buzzer merupakan sebuah fitrah demokrasi.

"Artinya begitu kekuasaan ada yang menggugat pasti ada yang berkelompok untuk membelanya, Presiden setelah Pak Jokowi juga akan begitu tidak akan ada kekuasaan yang tidak memiliki buzzer-buzzer itu," kata Donny.

Dia menegaskan, para buzzer tersebut tidak dikoordinasikan atau diinstruksikan resmi oleh kekuasaan. Tinggal bagaimana pemerintah mengelola dinamika agar di media sosial tidak menjadi saling serang.