KPK Bakal Obok-obok Aset Sawit Milik Nurhadi di Sumut

Jumat, 05 Juni 2020 – 03:56 WIB

Eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi

Eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi

JAKARTA, REQnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana menelusuri aset kelapa sawit milik tersangka suap, eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi di Sumatra Utara.

Penelurusan ini adalah bentuk pendalaman perkara yang dilakukan KPK, usai meminta keterangan terhadap dua saksi, yakni pegawai KJPP Hari Utomo dan Rekan, Panji Putro dan Agung Mulyono pada Kamis 4 Juni 2020.

"Melalui keterangan dua saksi itu, ditemukan adanya dugaan rekayasa penilaian aset sawit di Padang Lawas Sumut milik NHD (Nurhadi) yang seolah-olah dijual sebagai pengembalian uang dari tersangka HS (Hiendra Soenjoto, Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis 4 Juni.

Seperti diketahui, Nurhadi diamankan oleh KPK pada Senin 1 Juni 2020 lalu di wilayah Jakarta. Lembaga anti rasuah juga menangkap menantunya, Rezky Herbiono dan membawa istrinya, Tin Zuraida.

Dalam kasus ini, KPK menyangka Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar. Suap diduga diberikan oleh Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. KPK menyangka Hiendra memberikan uang itu untuk sejumlah kasus perdata yang melibatkan perusahaannya.