Demi Mahar Motor, Pria Ini Jual Istrinya di Facebook

Minggu, 07 Juni 2020 – 04:02 WIB

Ilustrasi pernikahan dengan mahar sepeda motor (Foto:Istimewa)

Ilustrasi pernikahan dengan mahar sepeda motor (Foto:Istimewa)

INDIA, REQNews - Seorang suami tega menjual istrinya di media sosial lengkap dengan nomor telepon. Akibat perbuatannya, sang istri tak berhenti mendapatkan telepon dari para pria hidung belang.

Semua itu dilakukan suami karena marah mahar sepeda motor belum dipenuhi keluarga istri.

Dikutip dari india.com, sebelumnya sang suami setelah pernikahan mereka, kerap memukul istrinya yang membuat wanita itu akhirnya memutuskan pulang ke rumah orangtuanya.

Setelah itu, pria ini lalu mengirim fotonya istrinya ke media sosial dengan kalimat menjual istrinya.

Dalam postingan itu, dia meminta orang membayar untuk berbicara dengan istrinya. Dia juga mengundang orang asing untuk melakukan panggilan cabul dan berhubungan seks.

Pria bernama Puneet dari Desa Thuthia mulai melecehkan sejak awal menikah. Dia sering memukuli istri karena tidak diberikan sepeda motor sebagai mahar pernikahan.

"Kami menangkap Puneet pada hari Senin. Dia telah dikirim ke penjara. Ini adalah kasus kejahatan terhadap wanita yang tidak biasa. Kami akan memastikan hukuman yang tegas bagi tertuduh," kata polisi.

Membayar dan menerima mas kawin adalah tradisi Asia Selatan yang sudah berusia berabad-abad. Orang tua mempelai wanita memberikan uang tunai, pakaian, dan perhiasan kepada keluarga mempelai pria.

"Apa yang membuat laki-laki kami merasa sangat berhak untuk berpikir bahwa mereka dapat menuntut sepeda dan uang? Jika Anda ingin sepeda, bekerja, dapatkan uang, dan beli!" komentar pemilik akun Riti Mittal di Facebook.

Mahar itu salah satu masalah sosial terbesar yang mempengaruhi perempuan dan anak perempuan di India. Perempuan rentan terhadap kekerasan dalam rumah tangga dan bahkan kematian.

Laporan menunjukkan bahwa itu juga salah satu alasan, orang tua di India lebih memilih anak laki-laki, yang mengarah ke pembunuhan bayi perempuan.

Untuk mencegah kematian mahar dan pelecehan terhadap pengantin wanita, India memperkenalkan undang-undang anti-mahar yang kuat pada tahun 1983.